Michelle-Obama’s-Man-ArmsWashington DC, LiputanIslam.com — Sudah lama desas-desus tentang ibunegara Michele Obama sebagai wanita transgender (laki-laki yang berubah kelamin menjadi perempuan) beredar di masyarakat.

Situs-situs independen seperti Infowars, The Truthseeker dan Veterans Today sudah lama membahas hal itu. Bahkan artis komedian terkenal yang baru saja meninggal, Joan Rivers, pun pernah terang-terangan menuduh Michele sebagai “Ibu Negara Transgender”.

Kini desas-desus itu kembali marak, setelah Michele, dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC, baru-baru ini mengatakan:

“Saya tidak akan menyebutkannya secara spesifik, namun ini akan menjadi langkah besar bagi komunitas LGBTQ (lesbian, gay, transgender dll). Ini akan mengubah perspektif masyarakat di seluruh dunia, khususnya dimana hak-hak warga transgender menjadi perhatian.”

Situs berita National Report dalam laporannya tanggal 9 September lalu menyebutkan bahwa pernyataan tersebut berkaitan dengan wawancara Michele dengan majalah OUT yang akan dirilis segera.

Pernyataan Michele ini pun kembali memunculkan desas-desus ke-transgender-annya.

Tidak lama setelah dilantik menjadi presiden, sisi pribadi pasangan Obama-Michele pun menjadi perbincangan publik. Jika Obama dipertanyakan ke-aslian kewarganegaraannya serta orientasi seksualnya sebagai bi-seks, maka Michele dipertanyakan sisi ke-wanitaannya. Hal ini terkait dengan postur tubuh Michele yang di luar proporsi postur tubuh wanita.

Sayangnya Obama sendiri justru menambahkan api ke dalam bara desas-desus itu. Dalam upacara penyerahan komando militer ke markas komando militer AS, tidak lama setelah dilantik sebagai Presiden tahun 2009 lalu, Obama “keceplosan” dengan menyebut Michele sebagai “Michael”, nama laki-laki.

Selain itu, sikap Michele mendukung praktik-praktik operasi plastik terhadap wanita juga turut mendukung desas-desus ke-transgenderannya.

Sialnya lagi, para aktifis transgender pun tampak gembira dengan munculnya desas-desus tersebut. Erza Lightfoot, pimpinan redaksi majalah khusus transgender terbitan Los Angeles, Transgender Times mengatakan kepada National Report:

“Ini akan menjadi pengakuan yang mengguncangkan. Memiliki First Lady Transgender? Inilah yang dibutuhkan oleh komunitas transgender untuk merevolusi cara pandang masyarakat terhadap orang-orang transgender,” katanya.

“Menurut kami, kami telah digembirakan oleh keluarga presiden kulit hitam pertama di Amerika. Adalah sangat menyenangkan menyaksikan sepasang orang tua kulit hitam, transgender dan gay di Gedung Putih. Ada banyak isu di negara kita saat ini, namun memiliki satu keluarga presiden yang progressif seperti ini adalah kekecualian.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL