spanish-village-kill-jews-name.siMadrid, LiputanIslam.com — Sebuah desa di Spanyol yang namanya jika diterjemahkan sebagai “bunuh yahudi”, tengah mempertimbangkan untuk ganti nama dengan nama lain yang lebih baik.

Desa Castrillo Matajudios, sebuah desa kecil berpenghuni 60 keluarga di dekat kota Leon di utara Spanyol, minggu ini akan menggelar referendum lokal untuk memutuskan penggantian nama tersebut. Demikian laporan media lokal Spanyol Diario, minggu lalu.

Sebuah pertemuan akan digelar di balai desa setempat, dimana warga akan diberi informasi mendalam tentang sejarah desa mereka, sebelum referendum digelar tanggal 19 April nanti.

Jika mayoritas penduduk setuju dengan penggantian nama yang diajukan Walikota Lorenzo Rodriguez, desa tersebut akan berubah nama menjadi “Castrillo Mota de Judios” yang artinya adalah “Bukit Yahudi Castrillo”. Nama terakhir ini adalah nama asli desa tersebut sebelum diubah oleh regim inkuisisi Spanyol pada abad pertengahan.

“Keputusan mayoritas oleh warga akan dihormati, meski hanya dengan perbedaan satu suara,” kata Mayor Lorenzo Rodriguez.

Menurut keterangan Rodriguez, pada tahun 1035 terjadi pembantaian terhadap orang-orang yahudi di desa yang berdekatan, Castrojeriz, yang merupakan pemukiman yahudi tertua di Spanyol. Sebagian dari korban pembantaian itu berpindah ke Castrillo dimana persamaan hak diberikan kepada orang-orang Kristen dan Yahudi. Namun pada tahun 1109, desa Castrillo pun berubah menjadi ajang pembantaian orang-orang yahudi.

Nama Matajudios juga berasal dari abad pertengahan, ketika orang-orang yahudi, pada sekitar hari Paskah, dihukum mati secara terbuka.

Di beberapa bagian negara Spain, khususnya di utara, kata “matar judios” atau “killing Jews” biasa digunakan untuk menjelaskan tradisi minum lemon bercampur alkohol yang digelar dalam festival-festival di hari Paskah.

“Sayangnya ekspresi ini masih terjadi di Spanyol, namun orang-orang tidak mengetahui makna sebenarnya,” kata jubir kelompok yahudi Spanyol Maria Royo kepada Jewish News Agency.

Namun Royo mengakui tidak mungkin melarang bahasa yang sudah terlanjur populer tersebut.

Kota Leon sendiri akan menggelar festival “matar Judios” pada tanggal 18 April mendatang, dimana diperkirakan sekitar 40.000 galon lemon akan terjual.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL