Sukhoi milik TNI AU

Sukhoi milik TNI AU

Jakarta, LiputanIslam.com – Denda senilai Rp. 60 juta kepada pesawat asing tak berizin yang berhasil dipaksa mendarat, ternyata membuat TNI kecewa. Pasalnya, biaya operasional yang dibutuhkan untuk menerbangkan Sukhoi, tak sebanding dengan denda yang ditetapkan pemerintah. Untuk menggerakkan Sukhoi, dibutuhkan minimal Rp 100 juta dalam satu jam terbang.

“Sehingga sangat rugi bagi TNI AU untuk biaya operasi Sukhoi yang besar,” ucap Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia di Jakarta, Rabu (11/5/2014), seperti dilansir Merdeka.

Menhan Ryamizard Ryacudu menyampaikan hal senada. Bahkan menurutnya operasional satu Sukhoi bisa mencapai Rp 400 juta. Dua pesawat berarti Rp 800 juta.

Selain itu, TNI AU ingin memiliki kewenangan lebih, mengingat kewenangannya saat ini hanya melakukan penyergapan atau intersepsi terhadap pesawat asing yang masuk tanpa izin.

“TNI AU kalau bisa dijadikan sebagai penyidik. Karena yang mengerti apa yang dikeluarkan negara dalam menggerakkan pesawat tempur adalah TNI AU. Jadi, nanti akan teramukulasi secara hukum yang benar,” kata IB Putu Dunia.

Dikatakannya, berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, TNI AU berwenang untuk menyidik terkait pertahanan udara. “TNI AU juga bertugas melaksanakan penegakan hukum. Jadi, berdasarkan UU, tugas penegakan hukum adalah TNI AU,” tandasnya.

Kewenangan penyidikan saat ini ada di Kementerian Perhubungan. Sedangkan TNI AU melalui Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) hanya berwenang menangkap pesawat yang melintas wilayah udara Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir, TNI AU berhasil menyergap beberapa pesawat asing yang melintasi teritorial Indonesia tanpa izin, seperti pesawat Australia dan Singapura. (Baca: Dalam Sepekan, TNI AU Tangkap Dua Pesawat Asing)

Tak lama beselang, jet nakal milik Saudi Arabia kembali harus tunduk saat dikepung Sukhoi TNI AU, dan lagi-lagi, jet pribadi tersebut ternyata tidak memiliki izin terbang. (Baca: Jet Nakal Arab Saudi Keok)

Dan kejayaan TNI AU tersebut, rupanya diikuti oleh TNI AL. Dalam sepekan terakhir, TNI AL berhasil menundukkan lima kapal asing yang memasuki perairan Indonesia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL