demo mexicoMexico City, LiputanIslam.com — Aksi-aksi demonstrasi melanda kota-kota di Mexico sebagai protes atas aksi penculikan dan dugaan pembunuhan massal terhadap pelajar di kota Iguala bulan lalu.

Sementara itu sukarelawan lokal yang membantu pencarian pelajar mengatakan akan melanjutkan pencariannya dengan melakukan penggeledahan dari rumah ke-rumah.

Di sisi lain para ahli forensik tengah melakukan identifikasi atas 28 mayat yang ditemukan di sebuah kuburan massal. Namun karena kondisi mayat-mayat itu sudah rusak berat akibat dibakar, dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

Seperti dilaporkan BBC News, aksi-aksi protes tersebut secara bersamaan hari Rabu (8/10) di kota-kota di seluruh Mexico, termasuk Oaxaca, Veracruz, Morelia, Chilpancingo, dan Guerrero.

Di Mexico City, keluarga korban memimpin sebuah prosesi dengan membawa foto anggota keluarga mereka yang hilang. Sedangkan di kota San Cristobal de las Casas, para gerilyawan Zapatista mengorganisir aksi pawai bisu.

Peristiwa hilangnya 43 pelajar sekolah guru di kota Iguala bulan lalu menjadi peristiwa yang mengguncangkan rakyat Mexico.

Pada tanggal 26 September sekelompok pelajar sekolah guru di Ayotzinapa di negara bagian Guerrero, datang ke kota Iguala untuk memprotes perlakuan tidak adil yang diterima oleh para guru di kota itu.

Setelah seharian melakukan protes, mereka hendak kembali ke sekolahnya dengan menggunakan 3 bus yang mereka charter. Namun tiba-tiba sekelompok orang bersenjata dan polisi lokal mengejar mereka dan menembaki bus mereka dan menewaskan 6 orang di dalamnya, termasuk pelajar, sopir bus dan warga lokal. Belasan lainnya mengalami luka-luka.

Seorang pelajar yang selamat dan berhasil menyelamatkan dari insiden itu mengatakan, polisi membawa palajar yang tersisa ke tempat yang tidak diketahui.

Pada tanggal 27 September polisi mengumumkan sebanyak 56 pelajar hilang, namun pada tanggal 30 September jumlah yang hilang berkuang menjadi 43 orang setelah 13 pelajar pulang ke rumahnya. Polisi juga menahan 22 rekan mereka yang diduga terlibat dalam insiden berdarah itu.

Pada tanggal 4 Oktober kejaksaan wilayah mengumumkan penemuan kuburan massal berisi setidaknya 28 mayat dengan kondisi rusak parah karena dibakar.

Sementara itu pemerintah mengerahkan militer untuk melakukan pencarian dengan dibantu para relawan. Kemudian demi memudahkan penyelidikan, tentara melucuti senjata para polisi di Iguala dan membawa mereka ke barak pelatihan kepolisian. Sedangkan walikota Iguala Jose Luis Abarca Velazquez dan kepala kepolisian setempat kini menjadi buronan.

Penyebab terjadinya insiden berdarah itu masih menjadi spekulasi yang beredar luas di masyarakat Mexico. Satu spekulasi menyebutkan para pelajar tersebut dibunuh karena sekolah mereka menolak memberikan “iuran pengamanan” kepada kelompok kriminal setempat. Spekulasi lainnya menyebutkan para pelajar itu telah membuat marah istri walikota Maria de los Angeles Pineda Villa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL