qadri khanIslamabad, LiputanIslam.com — Aksi demonstrasi besar-besaran menentang pemerintahan Pakistan dimulai, Kamis (14/8). Dua konvoi besar terdiri dari ribuan orang telah bergerak dari kota Lahore menuju ibukota Islambad di tengah-tengah pengamanan ketat aparat bersenjata.

Kedua konvoi itu masing-masing dipimpin oleh 2 tokoh politik Imran Khan dan tokoh sufi Muhammad Tahirul Qadri. Mereka satu suara menuntut Perdana Menteri Nawaz Sharif untuk mengundurkan diri karena dianggap gagal memberikan kesejahteraan kepada rakyat dan merebaknya kelompok-kelompok militan.

Tidak hanya itu, Imrah Khan, mantan pemain kriket profesional yang partainya menduduki peringkat kedua pemilu legislatif yang lalu, menuduh Sharif melakukan kecurangan dalam pemilu.

Konvoi bergerak sejauh 350 km menggunakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Mereka memperkirakan akan tiba di Islamabad hari Jumat (15/8) pagi. Demikian laporan BBC News.

Imran Khan dan Tahirul Qadri telah sepakat untuk berkumpul di kawasan Zero Point, kawasan perkantoran pemerintah dan perwakilan internasional.

Sementara itu Sharif menuduh para demonstran tengah mencoba menggulingkan demokrasi. Namun ia juga mengumumkan bahwa komisi Mahkamah Agung akan menyelidiki tuduhan kecurangan pemilu tahun 2013 yang dimenangkan Sharif.

Imran Khan telah menyatakan tekadnya untuk terus menggelar aksinya hingga Sharif mundur. Aksi kali ini dianggap sebagai tantangan terbesar yang dihadapi Sharif. Berbagai spekulasi pun merebak tentang jalannya aksi demonstrasi mendatang.

BBC melaporkan bahwa aparat keamanan telah memblokir beberapa ruas jalan utama di Islamabad. Jaringan telpon seluler juga dikabarkan telah diblokir aparat keamanan. Sementara puluhan ribu aparat keamanan telah dikerahkan di Islamabad dan kota-kota lain di Provinsi Punjab.

Dari 2 kelompok oposan itu, aparat keamanan memberikan perhatian lebih besar kepada para pengikut Qadri yang sebelumnya bermaksud menggelar aksi revolusi damai, namun dibatalkan setelah aparat keamanan melakukan tindakan represif yang mengakibatkan 6 orang pengikut Qadri dan 2 orang polisi tewas.

Sempat muncul laporan, aparat keamanan memblokir kediaman Qadri di Lahore untuk mencegahnya berpartisipasi dalam aksi demonstrasi di Islamabad. Namun pada hari Kamis (14/8) pemerintah mengijinkan Qadri untuk mengikuti aksi pawai.

Para pengamat mengkhawatirkan, di tengah krisis politik yang tidak berkesudahan serta dengan tradisi kudeta militer yang sangat kuat di Pakistan, militer kembali akan melakukan kudeta.

Tahirul Qadri sendiri dicurigai telah melakukan persekongkolan dengan militer Pakistan yang akhir-akhir ini memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan pemerintahan Sharif.

Qadri yang selama bertahun-tahun tinggal di Canada, tiba-tiba kembali ke Pakistan bulan Juni lalu. Ia merupakan salah satu figur politik paling penting di Pakistan dan dikenal sebagai penentang keras regim Nawaz Sharif yang dituduhnya sebagai regim yang korup.

Qadri pernah menyerukan pembentukan pemerintahan baru yang didukung militer untuk menggantikan Sharif. Namun ia membahtah didukung oleh militer.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL