Istri dari Ali Al-Sayyed, tentara Lebanon yang diduga dipenggal kepalanya oleh ISIS di Fnideq Utara Lebanon. Foto: BHS

Istri dari Ali Al-Sayyed, tentara Lebanon yang diduga dipenggal kepalanya oleh ISIS  di Lebanon. Foto: BHS

Beirut, LiputanIslam.com — Rakyat Lebanon menggelar demonstrasi menunjukkan kemarahannya atas aksi keji militan Takfri yang memenggal kepala seorang Tentara Lebanon. Para pengunjuk rasa meminta pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan tentara yang ditangkap militan.

“Kami hadir di tempat ini agar pemerintah mendengarkan suara kami. Pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi rakyat dan Tentara Lebanon,” ucap salah seorang pengunjuk rasa, seperti dilansir Press TV, 9 Agustus 2014.

Lantas, bagaimana tanggapan pemerintah Lebanon atas tuntutan para demonstran?

Pemerintah Lebanon, meminta kepada para demonstran untuk mengendalikan emosi, dan menjanjikan bahwa teroris Takfiri ini tidak akan dibiarkan untuk merusakkan stabilitas negara.

“Kita harus memahami bahwa propaganda dari teroris bisa saja akan dimanfaatkan oleh pihak lain untuk merusak perdamaian nasional kita,” ujar Tamam Salam, Perdana Menteri Lebanon.

Sebelumnya, muncul foto sadis yang diduga kuat merupakan Tentara Lebanon yang dipenggal oleh militan Takfiri. Foto itu beredar masif di media sosial. Akan tetapi, sumber militer Lebanon belum dapat memverifikasi keotentikannya. (Baca juga: PBB: ISIS Rekrut dan Bunuh Ratusan Anak Kecil)

“Tentara telah menerima gambar, tapi kami tidak bisa mengkonfirmasi atau menyangkal apakah gambar tersebut otentik,” kata seorang sumber militer Lebanon pada hari Sabtu (6/9).

Sayid, 29, hilang setelah militan Takfiri merebut kota Arsal dengan meluncurkan serangan dari Suriah pada bulan Agustus. Saat itu, banyak tentara dan aparat keamanan Lebanon yang berhasil ditangkap oleh ISIS. (Baca juga:  Mufti Sunni Irak Fatwakan Wajib Perang Melawan ISIS)

Kekerasan meletus di Lebanon Timur pada tanggal 2 Agustus setelah tentara Lebanon menangkap seorang pria Suriah yang mengaku sebagai anggota ISIS.  Akibat penangkapan itu, ISIS bereaksi keras dengan  menembaki pos pemeriksaan tentara dan menyerbu sebuah kantor polisi di daerah perbatasan.

Setelah dilakukan negosiasi dan gencatan senjata dengan ISIS, akhirnya kelompok militan ini sepakat untuk mundur dari kota dan membebaskan beberapa tahanan. Para militan Takfiri telah dilaporkan menyusup ke Lebanon dari pegunungan wilayah al-Qalamoun Suriah. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL