thailand farmersBangkok, LiputanIslam.com Sejumlah petani  yang mengendarai ratusan traktor menuju Bangkok, membatalkan ancaman mereka untuk berunjuk rasa di bandara utama Thailand Jum’at kemarin (21/2). Ini setelah Perdana Menteri Yingluck menawarkan pembayaran beras yang tertunda tahun lalu demi menghindari terulangnya kembali blokade bandara seperti yang terjadi pada tahun 2008.

PM Yingluck Shinawatra setuju untuk melunasi pembayaran beras tahun lalu dalam waktu satu minggu. Para petani berjanji bahwa mereka akan kembali berunjuk rasa jika pembayaran itu lagi-lagi tertunda.

Unjuk rasa para petani ini hanyalah satu dari banyak masalah yang harus ditanggung  Yingluck yang kini tak berdaya karena terus menghadapi gelombang unjuk rasa anti-pemerintah yang ingin melengserkannya. Para pengunjuk rasa yang berdemo tak kenal lelah selama berminggu-minggu di persimpangan utama kota dan di depan gedung-gedung pemerintahan, memaksa Yingluck bekerja di berbagai kantor alternatif lain sejak Desember 2013 lalu.

Setelah konflik dan krisis berkepanjangan yang terjadi selama tiga bulan terakhir, kini pengunjuk rasa anti-pemerintah mulai menarik mundur dukungannya dari pusat kota, dan pemukiman kelas atas yang loyal terhadap Partai Demokrat. Mereka kini lebih menginginkan agar pemerintahan terpilih Yingluck mengimplementasikan  perjanjian interim guna mencari jalan bagi apa yang mereka sebut dengan reformasi melawan korupsi.

Namun begitu, persetujuan Jum’at (21/2) itu belum mencakup seluruh petani Thailand, persetujuan ini  hanya untuk mereka yang berasal dari  Provinsi Uthai Thani yang beramai-ramai menuju Bangkok dengan mengendarai traktor mereka dalam satu minggu ini dan mengancam untuk menduduki Bandara Suvarnabhumi. Meskipun para petani itu mengklaim   bahwa mereka tidak berniat untuk memblokade bandara, namun petugas bandara mengatakan bahwa kehadiran mereka telah membuat kekacauan.

“Aku telah berbicara kepada Yingluck dan kami setuju bahwa pemerintah akan segera membayar 3 milyar baht (sekitar $92,2 juta) kepada petani Uthai Thani minggu depan,” ungkap pemimpin unjuk rasa Chada Thaised seperti dikutip surat kabar Matichon.

“Jika janji tak dipenuhi, maka kami akan kembali,” lanjut Chada.

Para petani ini sebelumnya telah memblokir beberapa jalan utama di beberapa daerah. Awal minggu ini mereka menerobos barikade kawat berduri di luar kantor sementara Yingluck.

Ancaman protes atas Bandara Suvarnabhumi mempunyai resonansi yang dalam bagi Thailand, menyusul pernah terjadinya unjuk rasa anti-pemerintah di tahun 2008, yang menutup semua fasilitas bandara  selama lebih dari satu minggu dan membuat ribuan wisatawan terlantar.(lb/ctvnews/reuters)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL