moldova uni eropaChisinau, LiputanIslam.com — Sejumlah besar demonstran yang marah menyerbu gedung parlemen Moldova di ibukota Chisinau, menyusul ditunjuknya politisi Pro-Uni Eropa Pavel Filip sebagai Perdana Menteri.

Sebagaimana dilaporkan Press TV dengan mengutip laporan media-media lokal, Rabu (20/1), polisi menahan sejumlah demonstran setelah mereka bentrok dengan aparat keamanan dan mendobrak pintu gedung parlemen, hari Rabu kemarin.

Para anggota parlemen menunjuk Filip dengan 57 suara dari total 78 kursi parlemen. Ia menjadi perdana menteri ketiga dalam jangka waktu kurang dari setahun ini. Ia menjadi kandidat yang didukung presiden dalam upaya mengakhiri kebuntuhan politik selama berbulan-bulan.

Moldova dilanda ketegangan sosial-politik setelah negara itu kehilangan $1,5 miliar dari tiga bank menjelang pemilihan parlemen tahun 2014. Kubu oposisi menentang keras pemilihan Filip yang dianggap terlalu pro-barat.

“Rakyat Moldova tidak ingin memiliki pemerintahan yang mengatakan semua hal-hal menyenangkan, dan bukan pemerintah, yang bisa menyelesaikan masalah-masalah mereka,” kata Filip usai penunjukan dirinya.

Filip adalah wakil ketua partai Democratic Party yang pro-Uni Eropa. Kedua partai itu, Vladimir Plahotniu, mantan anggota parlemen, adalah salah seorang yang dituduh bertanggungjawab atas ‘penjarahan’ dana publik di tiga perbankan tahun 2014, yang kasusnya mencul ke permukaan pada Oktober 2015.

Moldova dilanda ketidak-pastian selama tiga bulan, setelah pada Oktober 2015 lalu pemerintah digulingkan oleh mosi tidak percaya parlemen karena skandal korupsi, dan sejak itu negara tanpa memiliki pemerintahan.

Sejak awal September 2015 negara itu dilanda aksi-aksi demonstrasi besar-besaran menuntut pembubaran parlemen dan penyelenggaraan pemilihan sela yang digelar di ibukota pada hari Sabtu dengan pemilih sekitar 20.000 orang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL