demonstran mexicoMexico City, LiputanIslam.com — Keluarga dan teman-teman sekolah 43 korban penculikan oleh aparat kepolisian di Iguala tahun lalu, menyerbu sebuah markas militer di negara bagian Guerrero, Senin (12/1).

Kantor berita Iran Press TV, Selasa (13/1), melaporkan bahwa ratusan demonstran dari kota Iguala berbondong-bondong mendatangi sebuah markas militer setelah mendengar kabar para pelajar yang diculik itu barada di dalam markas tersebut. Mereka menuntut agar diijinkan masuk untuk mencari keluarga dan teman-teman mereka yang hilang itu.

Ketika penjaga menolak tuntutan tersebut, beberapa demonstran merampas sebuah truk dan menabrakkanannya ke arah pintu gerbang. Sejumlah tentara bersenjata pun langsung turun tangan dan mencegah demonstran masuk.

Sebanyak 4 orang demonstran mengalami luka-luka dalam insiden itu.

“Saya sangat marah karena kami datang dengan damai untuk meminta ijin untuk melihat anak-anak kami karena kami mendapat informasi mereka berada di sana,” kata seorang ayah dari pelajar yang hilang itu kepada media lokal.

Pada tanggal 26 September tahun lalu 43 pelajar sekolah keguruan ditangkap polisi Iguala setelah terlibat aksi demonstran berdarah yang menewaskan 6 orang. Sejak saat itu ke 43 pelajar itu tidak diketahui keberadaannya.

Polisi telah menahan puluhan aparat polisi Iguala dan anggota kelompok kriminal Guerrero Unidos yang diduga kuat terlibat dalam aksi penculikan itu. Beberapa anggota Guerrero Unidos mengaku bahwa polisi telah menyerahkan para pelajar itu kepada mereka untuk dibunuh dengan cara ditembak dan kemudian mayatnya dibakar di tumpukan sampah. Saat penyerahan itu sebanyak 15 pelajar sudah dalam keadaan meninggal.

Polisi juga sudah menahan Walikota Iguala dan istrinya yang diduga kuat menjadi dalang insiden itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*