CHINA HONG KONG OCCUPY CENTRALHongkong, LiputanIslam.com — Bentrokan kembali terjadi antara ribuan demonstran dan polisi Hongkong ketika para demonstran merebut kembali basis aksi-aksi mereka di distrik Mongkok, Sabtu (18/10). BBC News melaporkan.

Sebelumnya kawasan tersebut berhasil dikuasai polisi yang melancarkan operasi pembersihan, Jumat (17/10) dinihari, tanpa perlawanan berarti dari demonstran.

Polisi menggunakan pentungan dan penyemprot lada dan cabai untuk membubarkan demonstran, dan menangkap 26 demonstran dalam aksi tersebut. Sementara demonstran menggunakan ujung payung yang runcing sebagai senjata untuk menerobos barisan polisi.

Setelah terlibat aksi dorong yang intensif, polisi menarik diri dari beberapa area. Selanjutnya demonstran pun beramai-ramai mendirikan kembali barikade yang telah dibongkar polisi sebelumnya.

POlisi memperkirakan jumlah demonstran yang terlibat aksi bentrokan itu mencapai 9.000 orang. 15 polisi dinyatakan menderita luka-luka.

Kelompok Occupy Cengtral dalam pernyataannya mengatakan bahwa operasi pembersihan yang dilakukan polisi hari Jumat telah “memicu gelombang baru demonstran dan menambah buruk hubungan antara polisi dan warga”.

Distrik Mongkok di kawasan Kowloon merupakan basis gerakan demonstrasi anti pemerintah selain di kawasan Admiralty yang menjadi pusat perkantoran pemerintah Hongkong.

Polisi dan demonstran juga berhadapan-hadapan muka di Admiralty, namun tidak ada laporan terjadinya bentrokan pada hari Sabtu.

Sebelumnya pada hari Jumat, pemimpin pelajar Alex Chow dari Federasi Pelajar Hongkong mengatakan bahwa pihaknya dan wakil pemerintah akan bertemu hari Selasa (21/10) dan melakukan perundingan yang akan disiarkan langsung oleh radio. Demikian laporan South China Morning Post menyebutkan.

Pemimpin eksekutif Hong Kong CY Leung, hari Kamis (16/10) mengatakan bahwa pemerintah Hongkong bersedia untuk bertemu dengan demonstran, namun pemerintah Cina tidak akan menarik keputusan tentang pemilihan kepala eksekutif HOngkong tahun 2017 mendatang, yang mewajibkan semua kandidat lolos seleksi oleh lembaga bentukan pemerintah pusat. Hal inilah yang menjadi dasar aksi-aksi demonstrasi yang menuntut pemilihan langsung tanpa campur tengan pemerintah Cina.

Sejak awal minggu lalu jumlah demonstran telah menurun tajam hingga polisi cukup leluasa untuk mengadakan pembersihan jalan-jalan dari barikade dan tenda yang didirikan demonstran. Namun eskalasi kembali meningkat setelah polisi melakukan pembersihan jalan Lung Wo Road di dekat kawasan Admiralty.

Sebuah video yang menghebohkan beredar di media sosial dan dengan cepat beredar di media-media massa internasional setelah pembersihan di Admiralty itu. Video itu menunjukkan seorang demonstran yang diborgol, dipukuli beramai-ramai oleh polisi. Akibatnya para simpatisan demonstran yang marah atas aksi itu, berkumpul kembali untuk merebut kawasan-kawasan yang pernah mereka duduki.

Otoritas Hongkong mengatakan sebanyak 7 polisi telah dibebastugaskan sementara sembari menjalani penyelidikan terkait insiden itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL