pemimpin demonstran hongkongHongkong, LiputanIslam.com — Para pemimpin demonstran Hongkong membatalkan rencana pemungutan suara di antara demonstran untuk menentukan sikap menerima atau menolak proposal pemerintah. Mereka menganggap rencana tersebut sebagai “tergesa-gesa” dan “kurang aspiratif”.

Pemungutan suara itu rencananya akan dilakukan secara elektronik, dan dibatalkan hanya beberapa jam sebelum dimulai, Minggu (26/10). Demikian BBC News melaporkan.

“Kami merasa telah memutuskan itu secara terburu-buru. Kami memutuskan untuk membatalkan rencana itu, namun bukan berarti gerakan ini berhenti,” kata Benny Tai, salah seorang pemimpin gerakan demonstrsi Occupy Central kepada AFP.

Dalam pernyataan resminya tentang pembatalan itu, Occupy Central mengatakan, “Kami minta ma’af kepada masyarakat karena kurangnya diskusi di antara partisipan demonstrasi sebelum membuat keputusan ini.”

Keputusan menyelenggarkan pemungutan suara di antara demonstran itu dilakukan hari Jumat (24/10) setelah terjadinya kebuntuan perundingan yang dilakukan antara demonstran dan pemerintah hari Selasa (21/10).

Pimpinan delegasi pemerintah Hongkong dalam perundingan itu, Sekretaris Wilayah Carrie Lam, menawarkan untuk mengirim laporan kepada pemerintah Cina tentang pandangan-pandangan demonstran atas kontitusi yang mengatur pemilihan pemimpin pemerintahana Hongkong.

Namun para demonstran menolak usulan itu sebelum menggelar pemungutan suara penentuan sikap di antara para demonstran.

Meski jumlahnya telah menurun drastis, para demonstran tetap berkukuh untuk terus menggelar aksi duduk di kawasan pemerintahan Hongkong hingga tuntutan mereka bagi diselenggarakannya pemilihan umum langsung tanpa keterlibatan pemerintah, disetujui.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL