demo sepi hongkongHongkong LiputanIslam.com — Para pemimpin demonstran Hongkong akhirnya menerima tawaran pemerintah untuk mengadakan dialog yang sebelumnya ditolak, setelah jumlah demonstran menyusut dengan drastis pada saat aksi demonstrasi memasuki minggu kedua.

Belum ada jadwal yang disepakati atas rencana dialog tersebut, namun para pemimpin demonstran akhirnya menyetujui dialog untuk mengakhiri krisis yang dipicu oleh mekanisme pemilihan Kepala Eksekutif tahun 2017 mendatang.

Pemerintah di Beijing menetapkan bahwa para kandidat Kepala Eksekutif harus melalui seleksi oleh sebuah Badan Pemilihan yang dibentuk Beijing. Di sisi lain para demonstran menghendaki pemilihan langsung tanpa melibatkan campur tangan pemerintah pusat.

BBC melaporkan, Senin (6/10) petang, keputusan menerima dialog tersebut diambil para pemimpin demonstran pada hari Senin (6/10), ketika jumlah demonstran menyusut menjadi beberapa ratus orang saja dan kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah kembali dibuka seperti semula. Namun mereka yang tinggal bertekad untuk tetap berkemah di luar kantor pemerintahan Hongkong. Sekelompok demonstran lainnya masih berkemah di kawasan Mong Kok dan di Causeway Bay.

Persiapan dialog tersebut telah dilakukan wakil-wakil pemerintah dan demonstran hingga Minggu malam (5/10). Beberapa aktifis menyatakan optimismenya atas dialog tersebut, setelah dalam pembicaraan persiapan dialog disepakati dialog akan membahas reformasi politik.

Pemimpin Federasi Pelajar HOngkong Alex Chow, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya tidak khawatir dengan jumlah demonstran yang menyusut tajam.

“Manusia butuh istirahat, namun mereka akan datang lagi. Ini tidak berarti gerakan ini telah hilang. Banyak orang masih mendukungnya,” kata Chow.

Pada hari Sabtu, ribuan warga yang marah karena kehidupannya terganggu oleh aksi-aksi demonstrasi, menyerang para demonstran di Mong Kok. Polisi mengumumkan telah menangkap 37 orang yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Pada hari Senin, South China Morning Post melaporkan sebanyak 59 pengusaha penting Hongkong mengirimkan surat terbuka kepada kelompok demonstran Occupy Central.

“Mengganggu ketertiban umum Hongkong tidak membantu pembangunan dan diskusi tentang reformasi politik, atau menyelesaikan satu masalah pun.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL