demo hongkongHongkong, LiputanIslam.com — Ratusan demonstran anti dan pro-pemerintah terlibat bentrok di luar kantor perwakilan pemerintahan Cina di Hongkong, Minggu (9/11). Dengan jumlah yang samakin sedikit, para pengamat percaya aksi-aksi demonstrasi menuntut “demokrasi” telah mengalami kegagalan.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, para demonstran anti-pemerintah mengikatkan pita kuning di lengannya dan di pagar kantor perwakilan Cina sebagai simbol tuntutan demokrasi. Tidak ada laporan tentang jumlah demonstran terluka akibat bentrokan di luar kantor perwakilan Cina itu.

Sementara itu Pemimpin Eksekutif Honkong CY Leung yang tengah berada di Beijing mengikuti KTT APEC mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Cina Xi Jinping untuk mengatasi aksi-aksi demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari sebulan.

Xi Jinping mengatakan, dirinya mendukung penuh langkah pemerintah Hongkong dalam “melangkah ke depan dalam membangun demokrasi berdasar hukum dan menjaga kesejahteraan serta kestabilan HOngkong.”

BBC melaporkan bahwa sejauh ini tidak ada tanda-tanda pemerintah Hongkong akan memberaikan konsesi terhadap tuntutan demonstran. Lebih jauh BBC juga menyebutkan bahwa negosiasi dengan pemerintah Hongkong telah mengalami kegagalan dan untuk selanjutnya demonstran harus “berurusan” dengan pemerintah Cina.

Hongkong adalah wilayah Cina yang memiliki keistimewaan tersendiri, setelah diserahkan pemerintahan kolonial Inggris ke Cina tahun 1997 lalu. Meski berada di bawah kontrol pemerintahan komunisme Cina, warga Hongkong menikmati kebebasan penuh untuk menyampaikan pendapat dan berekspresi.

Namun sejak enam minggu lalu, ribuan warga yang menginginkan pemilihan langsung pemimpin Hongkong, melakukan aksi demonstrasi menentang keputusan otoritas Cina yang menetapkan bahwa semua calon pemimpin Hongkong harus lolos seleksi oleh lembaga pemilihan yang dibentuk pemerintah Cina.

MANTAN PEMIMPIN EKSEKUTIF TOLAK PERMINTAAN DEMONSTRAN
Sementara itu mantan Pemimpin Eksekutif Hongkong Tung Chee-hwa, hari Sabtu (8/11), menolak permintaan para demonstran untuk menjembatani mereka dengan pemerintah Cina. Ia menyebut pemerintah Cina tidak akan berubah sikap sehingga pertemuan akan sia-sia belaka.

Pernyataan sikap Tung itu berselang sehari setelah para demonstran mengirim surat terbuka kepadanya memintanya mengatur pertemuan demonstran dengan pemimpin Cina.

“Tuan Tung berpendapat mereka (demonstran) hanya mengulangi pernyataan mereka dalam sebuah surat yang tidak akan mengubah keadaan,” kata jubir Tung sebagaimana dikutip South China Morning Post, Minggu (9/11).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL