Gaza, LiputanIslam.com—Pasukan Israel melukai ratusan demonstran tak bersenjata Palestina dalam demo anti-penjajahan “Great March of Return” pada Jumat ke-6 (4/5/18) di dekat perbatasan Jalur Gaza.

Sumber medis menyatakan setidaknya 82 orang tertembak dan terluka, di mana 3 diantaranya mengalami luka kritis. Sementara lebih dari 800 orang harus dirawat karena hirupan gas dan luka-luka lainnya.

Dalam aksi ini, anak-anak muda Palestina dilaporkan membakar ban di 500 meter dari gerbang perbatasan Jalur Gaza. Mereka memanfaatkan asap pembakaran untuk menutup penglihatan pasukan penembak Israel yang menyerang para demonstran.

“Jika tidak ada penjajahan, kami telah hidup bebas seperti orang-orang di negara lain,” kata Ahmed (24), salah satu peserta aksi.

Hampir 50 warga Palestina meninggal dunia selama demonstrasi “Great March of Return” yang dimulai sejak 30 Maret lalu.

Rezim Israel pun telah banyak menerima kritik dari komunitas internasional atas penggunaan peluru hidup kepada demonstran tak bersenjata.

Demo ini akan berakhir pada 15 Mei, yang bertepatan dengan peringatan 70 tahun Hari Nakba (Hari Malapetaka), hari di mana negara Israel didirikan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*