Gaza, LiputanIslam.com—Setidaknya tiga orang Palestina meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka dalam aksi demonstrasi anti-penjajahan lanjutan di dekat perbatasan jalur Gaza.

Sejumlah saksi mata mengatakan, para demontran Palestina ini berjalan mendekati gebang perbatasan, di mana puluhan tentara dan penembak Israel telah bersiaga.

Para demonstran melemparkan batu kepada tentara Israel yang menyerang mereka dengan gas air mata dan peluru.

Akibat bentrokan ini, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, melaporkan bahwa terdapat 3 warga Palestina kehilangan nyawa dan 880 orang lainnya mengalami luka serius.

Salah satu korban tewas bernama Abdelsalam Bakr (29). Ia berasal dari kota Khuza’a, Khan Yunis. Identitas dua korban lainnya belum bisa dipastikan.

Qidra menambahkan, terdapat tiga demonstran yang sedang mengalami kondisi kritis di rumah sakit al-Shifa di kota Gaza.

Demonstrasi  anti-penjajahan  bernama “Great March of Return” ini telah mencapai Jumat kelima dalam 6 minggu yang direncanakan.

Sejak dimulai 30 Maret lalu, demonstrasi ini selalu berakhir dengan bentrokan dengan tentara Israel, dan mengakibatkan setidaknya 38 warga Palestina meninggal dunia.

Demo ini akan berakhir pada 15 Mei, yang bersamaan dengan peringatan 70 tahun Hari Nakba (Hari Malapetaka), atau hari terbentuknya negara Israel.

Pada 14 Mei 1948, lebih dari 760.000 warga Palestina—kini mencpai hampir lima juta orang dengan keturunan mereka—terusir dari rumah-rumah mereka.

Sejak 1948, rezim Israel menolak hak pengungsi Palestina untuk pulang ke tempat tinggal mereka, meski hal itu telah melanggar resolusi PBB dan hukum internasional. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL