demo anti imigran jermanBerlin, LiputanIslam.com — Aksi demonstrasi besar-besaran menolak imigran asing pecah di kota Cologne, Jerman, akhir pekan lalu (9/1). Ratusan polisi anti-huru hara terlibat bentrokan dengan kelompok-kelompok ‘kanan’ yang menolak kebijakan pemerintah yang membuka perbatasan bagi para imigran.

Reuters melaporkan, Ahad (10/1) aksi demonstrasi itu merupakan buntut dari kerusuhan akhir tahun lalu, ketika sejumlah imigran diketahui melakukan aksi-aksi kejahatan terhadap warga lokal di kota yang sama.

Aksi-aksi kejahatan para imigran itu menggoncangkan warga Jerman, yang selama tahun 2015 lalu menerima 1,1 juta pengungsi, meski mendapat penolakan dari sejumlah kalangan. Aksi kerusuhan terakhir ini terjadi, meski beberapa saat sebelumnya Kanselir Angela Merkel berjanji akan melakukan tindakan lebih tegas kepada para imigran, termasuk pengurangan jumlah mereka dan pengusiran kepada para pelaku tindakan kriminal.

Polisi mengatakan sekitar 1.700 orang terlibat dalam aksi demonstrasi yang diorganisir oleh kelompok PEGIDA yang dikenal anti-Muslim. Sebagian dari mereka memperlihatkan tatoo simbol-simbol gerakan ‘kanan’, seperti tengkorak, dan mengenakan helm tentara Nazi Jerman.

“Usir Merkel pergi!” dan “Para pengungsi tidak diterima di sini!” teriak mereka selama aksi tersebut. Beberapa peserta aksi mengusung spanduk bertuliskan, “Ini adalah barisan perlawanan nasional”.

Sejumlah peserta aksi melemparkan benda-benda keras dan bom molotov kepada polisi, sementara polisi membalas dengan menembakkan meriam air untuk membubarkan mereka.

Polisi menyebut dua orang terluka dalam bentrokan itu dan polisi juga menahan beberapa pendemo.

Selain aksi tersebut, kelompok-kelompok pro-imigran asing juga menggelar aksi demonstrasi tandingan di kota yang sama, meski dengan jumlah peserta lebih sedikit.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL