tahanan myanmarRangoon, LiputanIslam.com — Pemerintah Myanmar mengumumkan pembebasan 3.000 tahanan dalam apa yang disebut sebagai upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.

Seperti dilaporkan BBC News, Selasa (7/10) petang, Menteri Informasi U Ye Htut di sebuah akun Facebook mengumumkan bahwa President Thein Sein telah memberikan pengampunan kepada para tahanan tersebut dengan dalih menjaga perdamaian dan stabilitas.

BBC juga melaporkan bahwa sebagai indikasi motif pembebasan itu, sebagian dari para tahanan yang dibebaskan itu adalah mantan staff dan perwira inteligen militer.

Sebagai bagian dari reformasi yang dilakukan regim Myanmar, sebagian besar tahanan politik telah dibebaskan. Namun diperkirakan masih ada ratusan tahanan politik yang tinggal di penjara-penjara.

Presiden Thein Sein yang memenangkan pemilihan tahun 2010 dan menjadi tanda mundurnya militer dari panggung kekuasaan dan digantikan oleh regim sipil yang didukung militer, telah menjanjikan pembebasan seluruh tahanan politik di Myanmar.

BBC melaporkan bahwa para perwira inteligen yang dibebaskan itu memiliki hubungan dekat dengan mantan Perdana Menteri Khin Nyunt. Ketika ia ditumbangkan dari kekuasaannya 10 tahun lalu, mereka turut ditahan bersamanya. Khin Nyunt dibebaskan tahun 2012.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembatasan-pembatasan terhadap media juga semakin berkurang sementara oposisi mendapatkan haknya mengikuti proses politik. Sebagai imbalan, sebagian besar sanksi internasional pun dicabut.

Namun para aktifis HAM tetap menyerukan pembebasan seluruh tahanan politik yang tersisa, meski tidak diketahui seberapa banyak mereka kini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL