boediono14Jakarta, LiputanIslam.com — Ruang sidang Pengadilan Tipikor  Jakarta yang akan digunakan Wakil Presiden Boediono untuk bersaksi dalam sidang kasus Bank Century hari ini (9/5) mengalami sedikit perubahan.

Terdapat beberapa “fasilitas” baru, di antaranya kini terdapat layar putih berukuran 2×2 meter. Layar ini hanya berjarak satu meter dari meja jaksa penuntut umum. Di samping meja, ada satu unit proyektor.

Di belakang lima kursi jaksa penuntut, panitia sidang menambah tujuh unit kursi. Tak jauh dari situ, ada tiga unit pendingin angin yang terletak di dekat jendela. Padahal, sebelumnya, tidak ada pendingin ruangan di ruang ini.

Namun, hanya satu pendingin ruangan yang dipinjamkan Komisi Pemberantasan Korupsi belum dinyalakan. Meski begitu, hawa di ruangan sidang terasa sejuk. “Yang nyala baru dua,” kata seorang petugas kebersihan Pengadilan Tipikor, Kamis (8/5).

Tak hanya itu. Panitia juga menambah 35 kursi buat para pengunjung. Di sisi kiri ruangan disediakan 23 kursi. Sedangkan di sisi sebaliknya hanya ditambah 12 kursi. Di belakang kursi pengunjung dijadikan tempat bagi media elektronik dan fotografer.

Sementara media cetak dan online ditempatkan di lobi Pengadilan Tipikor. Di lobi, panitia menyediakan layar putih disertai proyektor. Adapun di ruang sidang di lantai 2, panitia memasang satu unit televisi layar datar berukuran 63 inci.

Panitia juga sudah menyiapkan ruangan khusus bagi Boediono. Ruangan saksi tersebut dilengkapi empat sofa dan satu unit pendingin ruangan. Sebelumnya, pasukan pengamanan presiden telah meninjau ruangan sidang.

Boediono akan dimintai keterangan terkait pemberitan fasilitas pendanaan jangka pendek sebesar Rp 698 miliar dan dana bailout Rp 6.7 triliun yang dikucurkan ke Bank Century. Ini pertama kalinya Boediono bersaksi.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL