boko-haram-kidnapAbuja, LiputanIslam.com — Para orang tua pelajar sekolah menengah putri pemerintah Nigeria di Chibok, Provinsi Borno, memutuskan untuk masuk ke hutan lebat Sambisa mencari anak-anak perempuan mereka yang diculik kelompok milisi bersenjata, Boko Haram. Mereka ingin menyelamatkan anak-anak mereka setelah pasukan militer Nigeria gagal menembus lebatnya hutan Sambisa.

Saat bertemu dengan Gubernur Provinsi Borno, Kashim Shettima, yang mengunjungi sekolah itu para orang tua menceritakan pengalaman mereka yang menyeramkan di dalam hutan Sambisa. Seperti dituturkan Mallam Amos Chiroma, mereka melihat banyak benda aneh di markas Boko Haram. Sekitar 200 milisi Boko Haram memiliki pedang, busur, panah, dan kayu.

Di kawasan terpencil di hutan Sambisa, berdiri tenda-tenda yang diduga milik teroris. Di tengah hutan, mereka bertemu seorang yang tidak mereka kenal yang menyarankan mereka untuk segera meninggalkan lokasi itu. Lokasi itu disebut sebagai zona mematikan yang dikuasai oleh para teroris.

Namun setelah berhari-hari di dalam hutan, mereka gagal menemukan anak-anak mereka yang diculik.

“Jika tentara mau menemani kami masuk ke hutan, kami optimis anak-anak kami yang masih hilang dapat diselamatkan atau kami cukup puas jika kami dapat menyaksikan jasad anak perempuan kami,” kata Mallam Amos Chiroma penuh harap seperti dikutip Vanguard, Sabtu (10/5).

Mallam Shettia Yau Haruna, orang tua siswa yang mewakili orang tua-orang tua yang anaknya diculik, mengatakan, mereka tidak tidur beberapa malam dan memberanikan diri memasuki kawasan hutan. Ia juga mengoreksi laporan resmi pemerintah mengenai jumlah anak yang diselamatkan. Menurut Shettia, ada 39 anak dari sekitar 250 anak yang diselamatkan dari aksi penculikan Boko Haram, bukan 44 anak dari 129 anak yang diculik seperti laporan resmi pemerintah.

“Kami mau menekankan, kami sedih dengan perkembangan ini,” kata Shettia.

Para orang tua ini kemudian mendesak agar pemerintah dan aparat keamanan untuk mengintensifkan pencarian terhadap anak-anak mereka yang diculik Boko Haram.

Milisi Boko Haram menyerbu sekolah milik pemerintah Nigeria itu pada 14 April 2014 pukul 11.00 malam. Mereka kemudian menculik para pelajar perempuan itu dengan truk ke arah markas mereka.

Kelompok koalisi hak-hak perempuan Provinsi Borno menyatakan kesediaanya untuk memobilisasi ribuan perempuan untuk bersama-sama mencari dan menyelamatkan anak-anak yang telah disandera Boko Haram berhari-hari di dalam hutan Sambisa.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL