Iran-RenaultTeheran, liputanislam.com — Satu delegasi besar pebisnis Perancis akan bertolak ke Iran untuk meraup peluang bisnis di Iran paska dicabutnya sanksi-sanksi ekonomi Uni Eropa terhadap Iran menyusul adanya kesepakatan program nuklir Iran dengan negara-negara barat plus Cina dan Rusia akhir tahun lalu.

Delegasi bisnis tersebut berjumlah 140 orang, sebagian besar berasal dari sektor otomotif, pertambangan, industri dan perdagangan. Mereka akan bertemu dengan para pengusaha Iran yang tergabung dalam kamar dagang, bisnis dan industri Iran, hari Senin (3/2).

Pada hari Kamis lalu (30/1) Menteri Koperasi, Buruh dan Kesejahteraan Sosial Iran Ali Rabiei mengatakana kepada pers bahwa 100 perusahaan Perancis siap menjalin hubungan bisnis dengan Iran. Sehari sebelumnya perusahaan otomotif Perancis Renault mengumumkan telah mengirim produk-produknya untuk dirakit di Iran.

Langkah-langkah tersebut menyusul keputusan Uni Eropa pada tgl 20 Januari lalu yang mencabut sebagian sanksi ekonomi terhadap Iran.

Renault dan Peugeot, 2 perusahaan otomotif terkemuka Perancis, telah mengumumkan kesiapannya melanjutkan kembali kegiatan bisnisnya di Iran yang terhenti akibat sanksi ekonomi yang ditetapkan Uni Eropa terkait program nuklir Iran. Keduanya akan menjalin kerjasama dengan mitra lokal, perusahaan pembuat mobil Khodro dan Pars Khodro.

Ketika masih belum ada sanksi Uni Eropa, Renault dan Peugeot mengirim 100.000 dan 458.000 kerangka mobil untuk dirakit di Iran setiap tahunnya. Namun karena adanya sanksi atas Iran, produksi kedua perusahaan melorot hingga hamapir 50%.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL