palestina vs israel

Sumber foto: Kompasiana

Tel Aviv, LiputanIslam.com — Kelompok-kelompok perlawanan Palestina telah menembakkan roket ke dua kota Israel bagian selatan sebagai balasan atas serangan udara mematikan Tel Aviv di wilayah Gaza yang diblokade, dan menimbulkan ketegangan yang meningkat tajam di kawasan.

Roket  ditembakkan dari Jalur Gaza pada hari Kamis ke kota-kota Israel  yaitu Ashkelon dan Asdod, yang menyebabkan warga Israel harus berlindung menyelamatkan diri. Sumber-sumber Israel mengatakan bahwa anti – rudal sistem Iron Dome gagal mencegat setidaknya delapan roket Palestina. Menurut Press TV, serangan ini tidak menyebabkan korban jiwa.

Sayap militer Komite Perlawanan Rakyat Palestina mengaku bertanggung jawab atas serangan roket tersebut. Namun, serangan balasan  ini menyebabkan kekhawatiran jika Israel bersiap-siap untuk melakukan serangan besar-besaran di wilayah tersebut.

Serangan udara dimulai setelah kelompok Jihad Islam Palestina menembakkan puluhan roket ke Israel selatan untuk membalas terhadap serangan pesawat tak berawak Israel sebelumnya. Kelompok ini telah memperingatkan Tel Aviv.

Pada tanggal 11 Maret , tiga warga Palestina tewas setelah pesawat tak berawak Israel melakukan serangan udara di kota Khan Yunis di Jalur Gaza selatan. Jihad Islam menanggapi agresi dengan “tembakan roket,” yang  oleh Tel Aviv, dianggap sebagai serangan terbesar pasca perang delapan hari pada tahun 2012 di Jalur Gaza.

1,7 juta warga Palestina di Jalur Gaza hidup di penjara terbuka terbesar di dunia karena Israel memegang kendali penuh dari wilayah udara, wilayah perairan, dan penyeberangan pada perbatasan. Untuk memenuhi kebutuhannya, rakyat Palestina menggunakan terowongan Gaza-Mesir sebagai satu-satunya akses, yang ironisnya telah dihancurkan secara brutal oleh militer Mesir yang dipimpin al-Sisi. (LiputanIslam.com/presstv/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*