Sumber: Presstv

Gaza,LiputanIslam.com—Iran dan gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menyebut rencana perdamaian buatan AS yang disebut Deal of the Century dibuat hanya untuk memenuhi kepentingan Zionis di Timur Tengah dan bertujuan untuk meneguhkan kebijakan pendudukan Israel.

Pernyataan itu disampaikan saat berlangsungnya pertemuan antara Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi dan pejabat senior Hamas, termasuk wakil kepala biro politiknya Saleh Al-Arouri, anggota Biro Politik Hamas, Hessam Badran, kepala hubungan luar negeri Palestina, Osama Hamdan dan perwakilannya di Lebanon Ahmed Abdulhadi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mencatat bahwa kebijakan yang diadopsi Amerika Serikat adalah serangkaian keputusan pro-Israel, yang dimulai dengan memperkenalkan Yerusalem Timur yang diduduki al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Washington untuk Israel ke kota itu. Selanjutnya AS akan memberikan dukungan penuh untuk kegiatan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat dan sebagian wilayah Dataran Tinggi Golan.

Pada Desember 2017, Trump secara resmi mendeklarasikan kota yang disengketakan di Yerusalem sebagai “ibukota” Israel, meskipun ada peringatan dari seluruh dunia bahwa tindakan itu akan berisiko memicu gelombang kekerasan baru di Timur Tengah.

“Saya telah menentukan bahwa sudah waktunya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Trump, menambahkan, “Sementara presiden sebelumnya hanya menjadikan hal ini sebagai janji kampanye, namun gagal mewujudkannya. Hari ini, saya merealisasikannya.”

Baca: Media Israel:’Deal of the Century’ Akan Singkirkan Hamas

Kemudian pada Mei 2018, Amerika Serikat secara resmi mengumumkan pembukaan kedutaan barunya di Yerusalem al-Quds di tengah tindakan keras Israel terhadap aksi demonstrasi damai oleh Palestina di wilayah-wilayah pendudukan.

“Hari ini kami membuka kedutaan Amerika Serikat di Yerusalem [al-Quds], Israel,” kata Duta Besar AS untuk Israel David Friedman pada awal upacara pelantikan, dihadiri oleh delegasi AS dari Washington dan pejabat rezim Israel.

Kedua belah pihak juga membahas cara-cara melawan plot Amerika dan Zionis lainnya di wilayah tersebut, terutama yang berkaitan dengan masalah Palestina.

Juru bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh pada 15 Juni menolak proposal kontroversial Trump dan menekankan bahwa deal of the century telah kehilangan arah. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*