Wa;kot Bogor Bima Arya (foto: fb/Moh.Monib)

Walkot Bogor Bima Arya (foto: fb/Moh.Monib)

Bogor, LiputanIslam.com–Enam tahun sudah Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur meninggal dunia. Namun sosoknya tetap dikenang masyarakat Indonesia. Haul atau peringatan wafatnya Gus Dur tahun ke-6 dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Selasa malam (28/12),  GP Anshar Bogor mengadakan haul bertajuk “Merawat Humanisme Islam.” Acara dihadiri tokoh-tokoh lintas agama yang diundang untuk memberi testimoni tentang pemikiran, kontribusi dan watak kehidupan Gus Dur.

Acara yang berlangsung di Hotel Sempur itu dihadiri oleh Walikota Bogor, Bima Arya, yang memberikan kata sambutan di awal acara. Bima yang beberapa waktu lalu dikecam banyak pihak karena tindakannya yang melarang peringatan Asyura yang akan diselenggarakan kaum Syiah serta menyegel  Gereja Yasmin di Bogor, malam itu mengulas beberapa aspek pemikiran Gus Dur. Di akhir acara, tokoh muda NU, Mohammad Monib sempat mencandai Bima dengan menyebut bahwa kehadirannya di Haul Gus Dur menunjukkan bahwa Bima ‘telah kembali ke jalan yang benar’. Bima sebelum menjadi Walikota Bogor memang dikenal sebagai tokoh pembela pluralisme dan HAM, namun beberapa waktu terakhir terlihat dekat dengan ormas intoleran.

Ahok Hadir di Haul Ciganjur

Haul juga berlangsung di kediaman keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Sabtu (26/12/2015), dengan tema  “Merawat Tradisi, Merajut Hati”. Acara ini dihadiri ribuan warga dan sejumlah tokoh, antara lain Habib Lutfi Yahya, Rais Am PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), Mantan Ketua MK Mahfud MD dan sejumlah kiai.

Namun yang banyak mendapatkan antusiasme hadirin adalah kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Warga langsung bertepuk tangan ketika Ahok tiba di lokasi. Mereka juga bersorak-sorak memanggil Ahok. Ahok kemudian ikut duduk bersila di atas panggung bersama para kiai-kiai dan tokoh NU. Meskipun non-Islam, Basuki bersedia hadir dalam acara pengajian yang memperingati wafatnya Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut.

“Ahok ini satu-satunya yang enggak ‘sesuai syariah’ di sini, tetapi bagus dong, beliau tanggal 26 Desember tetapi datang ke pengajian. Itulah kekuatan almarhum Gus Dur ya,” ujar komedian Soleh Solihun yang menjadi pembawa acara tersebut.

Dalam sambutannya, antara lain Ahok mengutip kata-kata Gus Dur, bahwa seseorang akan semakin humanis jika beribadah dengan benar. Selain itu, lanjut dia, dua agama Islam dan Kristen sama-sama meyakini adanya Nabi Isa, sehingga tidak perlu saling bermusuhan.

“Aku belum pernah baca kisah Nabi Muhammad jelek-jelekin Nabi Isa. Bahkan di hari meninggal pun, Nabi Muhammad masih menyebut Nabi Isa sahabat. Kenapa pengikut kedua umat ini bisa bermusuhan?” tanya Ahok.

“Bagi saya Nabi Muhammad mengajarkan Islam Rahmatan lil Alamin. Bagaimana bisa rahmat buat semua tapi mengklaim pengikut Nabi Muhammad namun mau bunuh pengikut Nabi Isa? Itu yang salah tafsir,” tegasnya.

Jusuf Kalla Hadir di Tebuireng

Di hari yang sama, Sabtu (26/12/2015) acara haul juga digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). JK tiba di Pesantren Tebuireng sekitar pukul 17.45 WIB mengenakan pakaian muslim berwarna putih lalu disambut Pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng Solahuddin Wahid.

JK menunaikan shalat Maghrib dan Isya berjamaah dengan para santri dan undangan yang hadir. JK kemudian memberikan sambutan dalam peringatan haul Gus Dur yang dihadiri sekitar 2.000 undangan ini. (dw/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL