jakarta internasional schoolJakarta, LiputanIslam.com — Informasi mengejutkan muncul dari aparat kepolisian yang menyebutkan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak (pedofilia) di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia.

“Mereka mengatakan kasus pedofilian di Indonesia tertinggi di Asia,” kata Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Suhardi Alius pekan lalu kepada media, mengutip keterangan biro penyidik federal AS dan Interpol.

Suhardi mengetahui informasi itu, setelah menerima kunjungan kedua lembaga polisi elit tersebut pertengahan April lalu. Ia sempat mendebat mereka. Menurutnya, kasus pedofilia di Thailand masih tertinggi di Asia. “Mereka menyerahkan data, baru saya percaya,” kata Suhardi.

Kasus pedofilia di Indonesia mulai ramai setelah pada tahun 2001 seorang turis dari Italia, Mario Manara, mencabuli 12 bocah di Pantai Lovina, Buleleng, Bali. Ia hanya dihukum 9 bulan penjara karena hukum saat itu masih sangat lemah. Sejak itu kemudian muncul Undang-undang Perlindungan Anak.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Erlinda, menyebutkan bahwa dalam empat bulan terakhir anak yang menjadi korban kekerasan seksual mencapai 200 orang lebih.

“Tahun ini diperkirakan meningkat jumlah korbannya. Hal ini karena masyarakat punya kesadaran untuk melaporkan kasusnya,” kata Erlinda kepada media, Ahad (4/5).

Berdasarkan catatan tahunan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pada 2012 jumlah korban anak yang mengalami kekerasan seksual ada 256 orang, pada 2013 jumlahnya meningkat menjadi 378 orang. Erlinda mengatakan, dari pantauan lembaganya mayoritas korban kekerasan seksual adalah anak laki-laki dengan perbandingan persentase 60 persen anak laki laki dan 40 persen anak perempuan. Sementara itu, profil pelaku di hampir semua kasus sama, yakni orang-orang terdekat anak.

“Mereka bisa jadi guru, om, ayah kandung, ayah tiri dan tetangga. Tapi kebanyakan kasus tahun 2014 ini terjadinya di sekolah,” ujar Erlinda.

Setelah kasus kekerasan seksual yang dialami siswa Taman Kanak-kanak Jakarta International School, kasus serupa juga terjadi di Sukabumi. Seorang warga bernama Ju (36 tahun), orang tua dari MDR (11 tahun) korban kekerasan seksual, melaporkan perbuatan kekerasan seksual yang dialami putranya. Ju mendapati perilaku tidak wajar pada putranya dan mengeluh sakit di anusnya.

Rupanya, MDR mengaku mengalami kekerasan seksual oleh Emon di Pemandian Liosanta, Kota sukabumi, pada hari Ahad, pukul 12.00. Ju lantas melaporkan ke Kapolresta Sukabumi atas perbuatan Emon yang kini telah ditahan dan dilakukan pemeriksaan. Korban perbuatan Emon, tak hanya MDR, tapi juga 50 bocah lainnya. Polisi bahkan memperkirakan angkanya bisa mencapai 100 orang.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL