Investoren-Legende Buffett will nicht in Rente gehenNew York, LiputanIslam.com — Milyarder Warren Buffett dikabarkan baru saja mengalami kerugian sebesar $2 miliar atau lebih dari Rp 24 triliun hanya dalam waktu 2 hari. Demikian CNN melaporkan, Rabu (22/10).

Kerugian terakhir terjadi Selasa (21/10), ketika harga saham Coca Cola mengalami penurunan 6% menyusul laporan keuangan perusahaan itu melaporkan pendapatannya yang tidak sesuai ekspektasi. Dari Coca Cola saja, Buffet yang memiliki 400 juta lembar saham, menderita kerugian hingga $1 miliar.

Coke adalah salah satu investasi terbesar Buffet. Dengan saham yang dimilikinya di perusahaan itu, Buffet bahkan bisa menempatkan seorang anaknya, Howard, menjadi anggota dewan direktur.

Sebelumnya, pada hari Senin (20/10), Buffet mengalami kerugian yang sama setelah investasi besar Buffet lainnya, IBM, mengalami penurunan harga saham sebesar 7% (13% sepanjang tahun ini). Di perusahaan ini Buffet memiliki 70 juta lembar saham.

Buffett membuat beberapa berita kerugian besar tahun ini. Investasi besarnya yang lain, jaringan grosir Tesco di Inggris, mengalami penurunan harga saham hampir 47% tahun ini.

Namun tidak semuanya kabar buruk bagi Buffett. Investasi besarnya yang lain, Berkshire mengalami kenaikan pada hari yang sama, Senin dan Selasa lalu. Sepanjang tahun ini Berkshire mengalami kenaikan harga saham hingga lebih dari 17% tahun ini.

Selain itu Wells Fargo, investasi Buffet lainnya, juga mengalami kenaikan 11% tahun ini.

Dan meski beberapa investasinya mengalami kerugian besar, Buffett tidak pernah kehilangan gairah untuk berinvestasi. Sebaliknya, semakin banyak yang rugi, ia justru semakin tertantang.

“Semakin besar saham jatuh, semakin banyak saya ingin membelinya,” kata Buffett dalam sebuah wawancara bulan ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL