dalai lamaLhasa, LiputanIslam.com — Pemimpin spiritual Tibet yang telah mengasingkan diri di luar negeri selama 55 tahun, Dalai Lama, tetap optimis masih bisa berziarah ke tanah leluhurnya. Optimisme tersebut muncul setelah dilakukannya pembicaraan informal dengan pejabat Cina.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (2/9) petang, dalam sebuah wawancara yang dilakukan di markasnya di India hari Kamis, Dalai Lama mengatakan telah mengadakan pembicaraan dengan beberapa orang di Cina termasuk beberapa pejabat tinggi, tentang kemungkinan ziarah ke tanah leluhurnya di Tibet.

“Ini memang belum final, namun idenya ada di sana. Tidak formal ataupun serius, namun informal. Baru-baru ini beberapa pejabat Cina, sebagai contoh, Deputi Sekretaris Partai Wilayah Otonomi Tibet, ia menyebutkan kemungkinan kunjungan saya ke tanah suci leluhur,” kata Dalai Lama, gelar pemimpin spiritual Tibet yang nama aslinya adalah Tenzin Gyatso.

Dalai Kama lebih jauh memuji Presiden Cina saat ini, Xi Jinping, yang dianggap telah meningkatkan apresiasi warga Cina terhadap agama Budha.

“Ini adalah sesuatu yang sangat baru, seorang pemimpin Partai Komunis Cina berbicara tentang spiritualitas,” kata Dalai Lama.

Ia bahkan menyebut Xi sebagai pemimpin yang memiliki “pikiran terbuka”. Selain itu ia juga memuji langkah Xi memberantas korupsi di jajaran pejabat Cina.

Namun Dalai Lama juga mengkritik langkah Cina mengkriminalisasi warganya yang kritis terhadap pemerintah, terutama langkah pemerintah memenjarakan sastrawan Uighur Ilham Tohti.

Pada tahun 1959 Dalai Lama melarikan diri dari Lhasa, Tibet, setelah pasukan Cina menyerbu dan menduduki Tibet yang diklaim sebagai wilayah integral Cina. Sejak saat itu pria yang kini berumur 79 tahun itu tinggal di pengasingan dengan membentuk pemerintahan pengasingan di India.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL