costa-concordia-harborGenoa, LiputanIslam.com — Kapal “bangkai” Costa Concordia yang melakukan pelayaran terakhir setelah berhasil diapungkan dengan peralatan penolong, akhinya sampai di kota pelabuhan Genoa untuk memulai proses “scrapping” atau penghancuran untuk dibesi tuakan.

Seperti dilaporkan BBC News, kedatangan bangkai salah satu kapal pesiar termewah di dunia itu di Genoa disambut tidak kurang oleh Perdana Menteri Matteo Renzi, Minggu (28/7). Ia didampingi menteri pertahanan Roberta Pinotti. Saat memasuki pelabuhan, Costa Concordia membunyikan terompet raksasanya untuk terakhir kalinya.

“Ini bukan pertunjukan “runway”. Ini akhir dari cerita dimana banyak orang meninggal, yang tidak akan pernah bisa kita lupakan,” kata Matteo Renzi sebagaimana dikutip BBC.

Genoa adalah tempat dimana Costa Concordia dibangun dan memulai perjalanan awalnya 9 tahun yang lalu.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah melakukan suatu pekerjaan yang semua orang mengatakan mustahil,” tambahnya merujuk pada upaya pengangkatan dan pelayaran Costa Concordia dari tempat kandasnya ke Genoa.

Para ahli menyebut operasi itu sebagai operasi penyelamatan maritim terbesar di dunia yang menelan biaya miliaran dolar.

Costa Concordia kandas di pulau karang Giglio pada bulan Januari 2012, menewaskan 32 orang tewas dan  menenggelamkan sebagian badan kapal. Pada bulan September 2013 badan kapal berhasil ditegakkan di atas bantalan baja. Pada bulan ini kapal berhasil diapungkan kembali menggunakan pelampung raksasa yang diikatkan di badan kapal, sebelum ditarik dengan satu regu kapal pemandu menuju Genoa.

Ratusan pekerja dikerahkan untuk menghancurkan kapal tersebut sabagai besi tua. Namun ada satu yang paling berharga di dalam kapal yang berbobot puluhan ribu ton itu bersama barang-barang mewah di masih berada di dalamnya, yaitu jasad Russel Rebello, pekerja kapal yang belum ditemukan.

Sementara itu kapten kapal Francesco Schettino tengah menjalani proses pengadilan yang mengancamnya dengan hukuman penjara selama 20 tahun karena kelalaiannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL