coke aspartameAtlanta, LiputanIslam.com — Produsen minuman ringan terbesar di dunia asal AS, Coca Cola Company, mengumumkan akan menghilangkan stabiliser rasa yang kontroversial pada sebagian minumannya. Hal ini dilakukan menyusul pengumuman PepsiCo Inc, awal tahun ini yang akan menghapuskan bahan serupa dari produknya. Namun tidak ada keterangan tentang penghapusan bahan berbahaya lainnya.

Stabiliser rasa adalah brominated vegetable oil (BVO) yaitu senyawa kimia mengandung bromin yang biasa ditemukan dalam fire retardant atau pemadam api. Sejumlah kecil BVO digunakan secara legal di Amerika dalam beberapa minuman rasa sitrus untuk membuat rasa minuman merata.

Padahal BVO dilarang di Eropa dan Asia. Namun menurut Food and Drug Administration Amerika, bahan kimia ini dikategorikan aman. Hingga kini BVO masih digunakan pada banyak minuman seperti Coca Cola, Dr. Pepper, Snapple, Fanta, Sunkist, dan Mountain Dew.

Coca Cola sendiri mengatakan bahwa BVO sudah dihilangkan dari minuman Powerade dengan rasa fruit punch dan strawberry lemonade pada awal tahun ini. Perusahaan berharap menghapusnya juga pada Fanta dan Fresca untuk konsumen Amerika pada akhir tahun ini. Coca Cola Company juga mengatakan akan menghilangkan bahan tersebut pada produk yang dijual secara global, namun belum memberi tahu waktunya.

Penggunaan bahan kimia dalam minuman penambah energi telah menarik perhatian konsumen sejak lama. Salah satunya remaja asal Mississippi, Sarah Kavanagh, membuat dua petisi online yang menekan Coca Cola dan PepsiCo untuk menghilangkan BVO dalam minuman buatan mereka.

Petisi PepsiCo mendapat lebih dari 200.000 pendukung. Sedangkan petisi Coca Cola mendapat lebih dari 60.000 tanda tangan pendukung.

“Saya tahu jika Gatorade dapat melakukan hal yang benar, begitu juga dengan Powerade. Saya senang mengetahui Powerade yang dijual di sekolah saya dan yang dikonsumsi orang-orang seluruh dunia akan sedikit lebih sehat tanpa adanya BVO di dalamnya,” sebut Kavanagh, Senin (05/05).

Menurut Center for Science in the Public Interest, sebuah kelompok pengawas keamanan pangan Amerika, BVO merupakan bahan yang masih kurang diuji coba dan memiliki kemungkinan zat aditif makanan berbahaya. Sehingga tidak ada alasan untuk menggunakannya pada Gatorade atau minuman lainnya.

Selain stabiliser rasa, sebagian besar minuman ringan produk-produk perusahaan AS juga mengandung bahan yang lebih berbahaya seperti aspharthame. Bahan ini bahkan telah menjadi sorotan publik sejak lama, namun seolah tidak berpengaruh terhadap penggunaannya oleh perusahaan-perusahaan raksasa minuman ringan.

Asphartame, zat kimia pengganti gula, tidak mengandung kalori namun memiliki rasa manis hingga 160x manis gula asli. Konsumsi yang terus-menerus dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel otak.(ca/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL