clintontrumpWashington, LiputanIslan.com—Calon presiden AS, Hillary Clinton, menuduh lawannya, Donald Trump, sebagai seseorang yang punya “kertertarikan aneh dengan diktator.” Hal tersebut ia nyatakan dalam kampanyenya di Akron, Ohio, pada Senin (3/10/16).

“Dia bingung [membedakan] antara kepemimpinan dan kediktatoran.  Dia kesusahan mengingat siapa teman kita dan siapa lawan kita. Dia punya ketertarikan yang aneh dengan diktator seperti Vladimir Putin,” kata Clinton kepada para pendukungnya.

Clinton menambahkan jika Trump menjadi presiden, ia akan menuruti keinginan Moscow.

“Kita tahu banyak orang yang tinggal di Ohio yang entah dirinya, orangtuanya, atau kakek-neneknya datang dari negara yang menindas mereka. Dan kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi,” sindir Clinton kepada Rusia.

Trump telah lama disebut oleh lawan-lawannya sebagai seseorang yang “menyukai” Putin, setelah berbagai pujian yang ia lontarkan kepada pemimpin Rusia itu dalam beberapa kesempatan. Trump menolak tuduhan tersebut dan secara sarkastik meminta Rusia membajak email Clinton.

Dalam debat kedua calon presiden pada minggu lalu, Clinton mengatakan tidak ada keraguan bahwa Rusia berada di balik serangan Cyber. Namun, Trump membela Rusia dengan mengatakan serangan tersebut bisa jadi dilakukan oleh Cina atau orang yang tak ada kerjaan.

Pernyataan Clinton itu mendapat reaksi keras dari Moskow. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Amerika “mencoba berkamuflase dibalik kebohongan mereka dengan melempar kesalahan ke Rusia.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL