clinton3Washington, LiputanIslam.com—Kandidat presiden AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton, menuduh rivalnya Donald Trump membantu perekrutan kelompok teroris ISIS.

Clinton dalam wawancara dengan wartawan di White Plains, Westchester, Senin (19/09/16) mengatakan retorika anti-Islam Trump telah membahayakan keamanan nasional AS. Hal tersebut ia katakan setelah berbagai kejadian pemboman dan penyerangan di AS akhir-akhir ini.

Pada Sabtu lalu, sebuah bom meledak di dekat stasiun kereta di New Jersey ketika penjinak bom FBI mencoba mematikannya dengan robot. Ledakan lainnya terjadi dari sebuah tempat sampah di Seaside pada hari yang sama.

Sementara itu di kawasan Chealsea, New York, sebuah bom meledak dan mengakibatkan 29 orang terluka. Di waktu yang sama, terjadi penyerangan dengan pisau oleh pelaku berseragam keamanan di sebuah mall di Minnesota hingga mengakibatkan 8 orang terluka. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Setelah kejadian itu, Trump meminta polisi untuk mengidentifikasi semua imigran yang datang dari negara Muslim.

Clinton menanggapi pernyataan Trump yang kontroversial itu dengan berkata, “Banyak retorika yang kita dengar dari Donald Trump telah dimanfaatkan oleh para teroris, khususnya ISIS, karena mereka ingin menjadikan ini sebagai perang terhadap Islam.”

“Retorika Mr. Trump semacam ini adalah upaya membantu dan menenangkan musuh-musuh kita.” lanjut Clinton.

Clinton juga menyatakan ia adalah satu-satunya kandidat presiden yang bisa melawan terorisme.

Menanggapi pernyataan Clinton, Trump mengatakan Clinton “memperkuat kelompok teroris” ketika ia menjadi Menteri Luar Negeri AS.

“Mereka [para teroris] berharap Hillary Clinton menjadi presiden – dan dengan itu mereka bisa melanjutkan pembunuhan dan penyiksaan mereka,” tulis Trump di akun Facebook-nya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL