hillary-clintonAS, LiputanIslam.com–Hillary Clinton, kandidat presiden AS, berkata timnya mempunyai bukti bahwa lawannya, Donald Trump dari partai Republik mendukung serangan ke Irak di tahun 2003.

“Dia [Trump] mendukung serangan ke Irak. Kami punya bukti dan rekaman audio dia mendukungnya. Jadi saya pikir itu adalah contoh lain darinya yang mencoba mengubah sejarah,” ujar Clinton di program TV CNN “State of Union” di hari Minggu.

Sebelumya, Trump telah menyatakan penentangnya atas perang Irak sebelum invasi dilakukan. Ia mengatakan bahwa dirinya tahu perang akan mendestabilisasi kawasan Timur Tengah dan melahirkan kelompok teroris.

Trump juga mengecam Clinton atas dukungannya terhadapa invasi Irak, dan berkata bahwa mantan menlu AS itu harus meminta maaf kepada para korban perang Irak karena telah mendukung perang.

Clinton berkata di hari Minggu bahwa dukungan terhadap perang adalah sebuah “kesalahan”.

“Tapi saya bilang, lihat, itu adalah kesalahan untuk memberikan suara. Tapi saya punya pengalaman lebih banyak sebagai senator,  menteri luar negeri, dan saya sangat senang untuk berbicara di sini, karena, ketika masyarakat memberikan suara, mereka memvoting untuk memilih presiden, seorang panglima tertinggi kita,” katanya.

“Dan saya sudah bilang—dan saya percaya hal ini dengan sepenuh hati—dia [Trump] tidak punya kualitas untuk menjadi penglima tertinggi, entah dari pengalaman, kesiapan, atau perangai,” tambah Clinton.

Di bulan Maret 2003, AS dan Inggris menyerbu Irak dan terang-terangan melanggar hukum internasional dengan dalih untuk menemukan senjata pemusnah massal; tetapi tidak ada satu pun senjata ditemukan di Irak.Lebih dari satu juta penduduk Irak tewas akibat invasi dan pendudukan yang dilakukan AS.

Kampanye Trump berisi banyak penyataan kontroversial, termasuk komentar meremehkan perempuan, imigran Mexico, dan kaum Muslim.

Dalam pidato politik luar negeri di San Diego, California, di hari Selasa, Clinton menyebut Trump sebagai orang labil yang terlalu berbahaya dan tidak layak menjadi pesiden.

“Ide-ide Donald Trump tidak hanya berbeda—tetapi tidak koheren dan berbahaya,” kata Clinton. “Ide-ide itu bahkan bukan benar-benar sebuah ide—itu hanyalah serangkaian gembar-gembor aneh, permusuhan pribadi, dan kebohongan.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL