Japan Asia Disputed IslandsBeijing, LiputanIslam.com — Cina menuduh kapal-kapal Vietnam telah melakukan sebanyak 1.400 kali tubrukan terhadap kapal-kapal Cina di perairan yang dipersengketakan kedua negara di Laut Cina.

Kemenlu Cina dalam pernyataannya, Minggu (8/6), menyebut aksi-aksi yang dilakukan kapal-kapal Vietnam tersebut sebagai tindakan ilegal dan menyerukan Vietnam untuk menghentikan provokasi.

Cina memindahkan sebuah fasilitas pengeboran minyak lepas pantai ke perairan Kepulauan Paracel yang juga diklaim Vietnam sebagai wilayahnya, tanggal 2 Mei lalu. Aksi tersebut langsung memancing reaksi keras dari Vietnam sehingga terjadi aksi kerusuhan anti-Cina dimana 4 orang warga Cina dilaporkan tewas dan belasan pabrik di beberapa kawasan industri dibakar massa. Sementara itu di lokasi yang berdekatan dengan fasilitas pengeboran minyak itu kapal-kapal Cina dan Vietnam terlibat aksi saling menyemprotkan air.

Laut Cina Selatan menjadi sumber koflik teroritorial yang melibatkan beberapa negara di kawasan Asia Timur dan Tenggara. Cina mengklaim hampir seluruh kawasan laut tersebut sebagai wilayahnya berdasarkan peta internasional abad 20 serta klaim historis selama 1.000 tahun lebih.

Vietnam mengklaim posisi pengeboran minyak yang dibuat Cina berada dalam wilayah Zona Ekonomi Eksklusif-nya yang berdasar konvensi internasional ditetapkan sejauh 200 mil dari bibir pantai. Namun Cina berkukuh wilayah yang disengketakan berada dalam wilayahnya.

“2 lokasi operasi pengboran minyak itu berada 17 mil dari dari Pulau Zhongjian, Kepulauan Xisha (Paracels), dan jaraknya dari pantai Vietnam adalah 133 dan 156 mil,” demikian pernyataan Kemenlu Cina.

“Pada pukul 17.00 tanggal 7 Juni ada 63 kapal Vietnam di wilayah itu yang mencoba menerobos wilayah Cina dan menabrak kapal-kapal Cina sebanyak 1.416 kali,” tambah pernyataan itu.

Di antara fakta-fakta yang disebutkan Cina untuk mendukung klaimnya atas Pulau Paracel adalah adanya bendera Cina yang berkibar di pulau itu tahun 1911, dan sebuah buku sejarah Vietnam tahun 1974 yang menyebut wilayah tersebut merupakan wilayah teritorial Cina.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL