hongkong tentsBeijing, LiputanIslam.com — Cina menolak rencana kedatangan beberapa politisi Inggris di Hongkong. Politisi Inggris pun menuduh Cina telah menunjukkan tindakan permusuhan.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Minggu (30/11), Kedubes Cina di Inggris memberitahukan kepada beberapa anggota parlemen Inggris yang hendak berkunjung ke Hongkong, bahwa mereka akan ditolak kedatangannya.

Hal itu membuat Sir Richard Ottoway, Ketua Komisi Luar Negeri parlemen Inggris menuduh Cina telah melakukan tindakan “permusuhan yang terang-terangan”.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas komisi tersebut untuk mengevaluasi hubungan antara Inggris dan bekas koloninya itu, dimana aksi-aksi demonstrasi menentang “campur tangan” pemerintah Cina masih terus berlangsung sejak September lalu.

Sir Richard mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya telah mendapatkan peringatan bahwa para politisi itu akan ditolak untuk memasuki wilayah Hongkong.

“Pemerintah Cina telah melakukan tindakan permusuhan yang terang-terangan dengan menolak kami melakukan tugas-tugas kami,” katanya seraya menyebutkan bahwa tugas tim anggota parlemen tersebut adalah meningkatkan kerjasama bisnis, budaya, dan pendidikan.

Sir Richard pun mengatakan akan meminta diadakannya pertemuan darurat untuk membahas masalah ini di parlemen.

“Kita bukan musuh Cina. Kita adalah negara sahabat dan mitra. Kita telah mengatakan tujuan kita ke sana dengan cara yang sopan,” katanya.

Langkah pelarangan tersebut, menurut Sir Richard, menunjukkan arah negatif perkembangan Hongkong ke depan, karena selama ini urusan imigrasi adalah wewenang sepenuhnya pemerintah lokal Hongkong, bukan pemerintah Cina.

Sementara itu menanggapi penolakan tersebut, Jubir Kemenlu Inggris (Foreign and Commonwealth Office /FCO) menyatakan penyesalannya. Ia menyebut bahwa komisi parlemen tersebut bebas dari campur tangan pemerintah Inggris dan bertindak independen.

“Ini tidak sesuai dengan perkembangan positif hubungan Cina dan Inggris selama ini, termasuk pengakuan atas kunjungan Perdana Menteri ke London bulan Juni lalu.

Pemerintah Cina bulan September lalu mengecam rencana kunjungan komisi itu. Cina menuduh Inggris telah “melakukan tindakan yang tidak tepat dengan mencampuri urusan internal Cina”.

Beberapa waktu lalu mantan pemimpin kolonial Inggris di Hongkong Lord Patten mengecam pemerintah Inggris yang disebutnya tidak melakukan tindakan yang cukup untuk mendukung demokrasi di Hongkong. Ia menyebut perjanjian Cina dan Inggris tentang Honkong tahun 1984 memberikan kewenangan bagi Inggris untuk berperan dalam masa depan Hongkong.

“Jika Cina mengatakan bahwa apa yang terjadi di HOngkong bukan urusan kita, maka kita harus mengatakan secara terbuka bahwa hal ini tidak benar,” kata Patten.

 

Bentrokan terbaru

Sementara itu hari Minggu (30/11) malam terjadi bentrokan antara demonstran anti-pemeritah melawan polisi, ketika ribuan demonstran mencoba menduduki kembali kawasan perkantoran pemerintah Admiralty.

Para demonstran menyerang polisi yang menggunakan pentungan dan penyemprot cabai dan merica untuk menggagalkan upaya pendudukan itu.

Polisi menangkap 45 demonstran dan sejumlah polisi mengalami luka-luka dalam bentrokan itu. Demikian BBC News melaporkan, Senin (1/12).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL