dalaiBeijing, LiputanIslam.com — Harapan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, untuk berziarah ke tanah leluhurnya setelah lebih dari 50 tahun hidup di pengasingan, akhirnya pupus setelah pemerintah Cina menegaskan penolakan mereka terhadap rencana kunjungan Dalai Lama ke Tibet.

“Posisi kami atas Dalai Lama adalah konsisten dan jelas,” kata Jubir Kemenlu Cina Hong Lei, dalam sebuah briefing hari Rabu (8/10), sebagaimana dilaporkan BBC. Ia menyebut rencana kunjungan Dalai Lama ke Tibet sebagai upaya untuk memecah belah Cina.

“Dalai Lama harus membuang keinginannya untuk memecah belah Cina,” tambah Hong Lei.

Pernyataan itu disampaikan menyusul pernyataan Dalai Lama kepada pers minggu lalu tentang keinginannya untuk berkunjung ke Tibet. Ia menyebutkan telah berbicara dengan beberapa pejabat penting di Cina untuk mewujudkan keinginannya itu, dan sejauh itu telah mendapatkan tanggapan positif.

Selama ini Cina menuduh pemimpin spiritual berumur 79 tahun ini sebagai seorang separatis yang mendukung aksi-aksi kekerasan untuk mendirikan negara Tibet.

Beijing menuduh Dalai Lama telah memicu kerusuhan di wilayah pegunungan Himalaya, menyebut konflik di Tibet yang dirancang oleh negara-negara barat, adalah sebuah rencana musuh-musuh Cina untuk menghancurkan reputasi Cina.

Dalai Lama meninggalkan Tibet tahun 1959 setelah tentara Cina menduduki wilayah yang sebelumnya sebuah kerajaan merdeka. Pada tahun 2011 ia menyatakan mundur dari kegiatan politik, namun tetap menuntut agar wilayah Tibet diberikan hak-hak wilayah otonomi secara luas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL