krimeaMoskow, LiputanIslam.com — Cina telah siap untuk menanamkan investasinya di sektor infrastruktur, perumahan dan pariwisata di Krimea. Demikian pernyataan pejabat Krimea.

“Mereka tertarik di sektor infrastruktur jalan, sistem utilitas, perumahan, pengolahan limbah. Mereka sangat tertarik di Krimea sebagai jalur transit pengiriman barang-barang ke Eropa, karena (dengan melalui Krimea) jalur tersebut akan berkurang jaraknya dengan 2.000 km,” kata kepala Kadin Krimea Alexander Basov kepada RIA Novosti, Kamis (25/9).

Basov menyatakan keyakinannya bahwa para investor Cina akan segera berdatangan ke Krime setelah undang-undang kawasan ekonomi khusus diterapkan bulan Oktober mendatang.

“Perusahaan-perusahaan Cina juga siap untuk menanamkan investasinya di industri perhotelan, kawasan hiburan, dan pertanian di Krimea,” tambah Basov.

Rusia telah merencanakan untuk menjadikan Krimea dan Sevastopol sebagai kawasan ekonomi khusus dengan kebijakan fiskal yang menarik untuk menarik para investor asing. Krimea juga telah menjadikan mata uang Rusia, rubel, sebagai mata uang resmi.

Pada bulan Maret Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengajukan sejumlah program pembangunan untuk meningkatkan standar hidup warga Krimea, mulai dari pembaharuan sistem kesehatan hingga pendidikan.

Krimea dan Sevastopol, bekas wilayah otonomi Ukraina dan pangkalan Armada Laut Hitam Rusia, memisahkan diri dari Ukraina dan menggabungkan diri dengan Rusia melalui referendum demokratis bulan Maret lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL