020923-N-4309A-008Beijing, LiputanIslam.com — Cina memanggil diplomat AS untuk menyampaikan protesnya atas penjualan dua kapal perang dan persenjataan lain ke Taiwan.

Seperti dilaporkan BBC News, Jumat (18/12), Wakil Menlu Cina, Zheng Zeguang ditemui pejabat ‘charge d’affaires’ AS Kaye Lee, Rabu (16/12). Kepada Lee, Zheng Zeguang mengatakan bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari Cina dan karenanya pemerintah Cina memprotes keras penjualan senjata itu.

Kontrak pembelian bernilai $1,83 miliar itu terjadi saat berlangsungnya ketegangan di kawasan Laut Cina Selatan setelah Cina mereklamasi beberapa pulau karang dan membangun fasilitas-fasilitas sipil dan militer di Laut Cina Selatan yang diperebutkan dengan negara-negara sekitar.

Cina menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang memisahkan diri dan berulangkali mengancam akan menginvasinya demi mengembalikan kedaulatan Cina. Namun dalam beberapa waktu terakhir hubungan kedua negara tampak hangat. Bulan lalu pemimpin kedua negara bertemu untuk pertama kali sejak perang sipil tahun 1949 yang memisahkan Taiwan dari Cina.

Menurut laporan BBC, dalam pertemuan itu Zheng Zeguang mengancam akan memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan AS yang terlibat dalam proyek pembangunan kedua kapal perang.

Dalam kontrak tersebut AS akan menjual dua kapal frigat bekas, rudal-rudal anti tank, kendaraan amphibi, rudal-rudal anti pesawat dan sejumlah peralatan militer lainnya. Kecuali ditolak Congress, kontrak itu akan berlaku dalam 30 hari.

Jubir Kemenlu AS John Kirby mengatakan kontrak tersebut sesuai dengan undang-undang Taiwan Relations Act tahun 1979 yang mewajibkan AS untuk menyediakan persenjataan yang cukup untuk pertahanan Taiwan menghadapi ancaman invasi Cina, meski AS tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL