line-chat-applicationBeijing, LiputanIslam.com — Cina memperketat penggunaan aplikasi chating instan dengan menerapkan kaharusan pendaftaran dengan nama asli serta ijin sebelum menyebarkan berita-berita politik.

Para pengguna beberapa layanan chating instan seperti WeChat juga harus menandatangani perjanjian untuk menjaga “sistem sosialis”. Demikian laporan BBC dengan mengutip kantor berita setempat.

Langkah ini adalah menyusul langkah Cina memblokir beberapa layanan chating instan dari luar negeri, seperti  KakaoTalk dan Line yang berasal dari Korea Selatan.

Cina telah melakukan langkah serupa selama 2 tahun terakhir terhadap beberapa “microblogs”.

Cina dikenal sebagai negara dengan kontrol ketat terhadap dunia maya. Beberapa media sosial populer seperti Facebook dan Twitter, misalnya, sama sekali diblokir di negeri ini. Ratusan juta  netizen di negeri ini pun “terpaksa” menggunakan media sosial domestik.

Otoritas yang mengontrol dunia maya Cina, State Internet Information Office (SIIO), mengumumkana langkah tersebut hari Kamis (7/8), yang langsung diterapkan hari itu juga. Demikian laporan kantor berita Xinhua.

Raksasa internet Tencent, yang memiliki WeChat, menanggapi peraturan baru itu mengatakan: “Tujuan utama peraturan itu adalah untuk meredam meluasnya informasi yang membahayakan seperti desas-desus. … Tencent mendukung langkah ini.”

Sementara itu para pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan informasi dari otoritas komunikasi Cina bahwa beberapa aplikasi chating instan yang berasal dari Korea Selatan seperti KakaoTalk dan Line, telah diblokir.

Menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya, langkah Cina tersebut ditujukan untuk menghambat penyebaran faham terorisme.

Sejumlah besar pengguna microblog yang berfungsi seperti sosial media Twittet seperti Sina Weibo, telah ditahan oleh pemerintah Cina sejak tahun 2013.

Pada bulan Agustus 2013, pengusaha dan microblogger terkenal, Charles Xue, ditahan oleh pemerintah sebelum dibebaskan atas jaminan pada bulan April lalu.

Menyusul penangkapan-panangkapan atas pengguna microblog, para penggunanya mengalihkannya kepada aplikasi chating instan seperti WeChat, yang mengklaim memiliki pengguna sebanyak 800 juta orang.

Pada bulan Mei lalu pemerintah Cina mengumumkan rencana untuk membersihkan layanan chating instan, seraya menyebut beberapa layanan itu telah “menyebarkan informasi ilegal dan merugikan, merusak dengan serius kepentingan publik.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL