chinaBeijing, LiputanIslam.com — Aparat penyidik Cina memeriksa sepasang warga Kanada yang tinggal di negara tersebut karena dugaan melakukan tindakan mata-mata. Demikian laporan kantor berita Cina Xinhua.

Sebagaimana dikutip BBC, Selasa (5/8), Xinhua melaporkan, suami istri Kevin dan Julia Garratt dituduh telah mencuri data-data rahasia negara tentang pertahanan nasional dan militer. Selama ini keduanya tinggal di kota Dandong di dekat perbatasan  Korut, dengan membuka kafe.

Kemenlu Cina dalam pernyataannya menyebut kedua pasangan tersebut didakwa telah “mengumpulkan dan mencuri data-data inteligen terkait dengan target-target militer Cina dan program-program penelitian pertahanan penting Cina.”

Putra kedua pasangan, Semeon Garrat mengatakan kepada BBC bahwa tuduhan yang dikenakan terhadap kedua orang tuanya sebagai “sama sekali tidak berdasar”.

Sebelumnya kedua pasangan itu mengajar di kawasan Cina selatan selama beberapa tahun, kemudian pindah ke Dandong dan membuka kafe kopi Peter’s Coffee House.

Dandong merupakan kota perbatasan utama yang menghubungkan jalur ekonomi Cina dengan Kores Utara.

Xinhua tidak menyebutkan apakah kedua pasangan tersebut menjalani penahanan.

Simeon Garratt (27 tahun) mengatakan kepada wartawan BBC di Beijing bahwa kedua orang tuanya tidak bisa dihubungi sejak Senin (4/8) malam.

“Mereka tengah menghadiri jamuan makan malam dengan sepasang teman, dan sejak itu telepon mereka tidak bisa lagi dihubungi dan tidak seorang pun mengetahui kabar mereka hingga saat ini,” kata Simeon.

Menurut Simeon kedua orang tuanya hanyalah warga biasa yang tidak memiliki hubungan apapun dengan militer atau pemerintahan. Selain menjalankan usaha kafenya, kedua pasangan itu secara rutin menggelar acara bersama warga sekitar untuk belajar bahasa Inggris serta membantu warga yang ingin bepergian ke Korea Utara.

Menurut Simeon, kedua orang tuanya telah beberapa kali bepergian ke Korea Utara dan memiliki kemampuan bahasa Mandarin yang baik sehingga memiliki hubungan baik dengan beberapa perusahaan jasa wisata.

Pada tahun 2009, seorang warga AS yang berprofesi sebagai ahli geologi juga menghadapi tuduhan yang sama setelah mencoba membeli informasi tentang industri minyak Cina. Setahun kemudian seorang warga Australia dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun karena tuduhan mencuri data-data rahasia bagi kepentingan perusahaan tambang Australia, Rio Tinto.

Kedubes Kanada di Beijing mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka prihatin dengan laporan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan yang diperlukan.

Bulan lalu pemerintah Kanada mengumumkan bahwa lembaga penelitian penting pemerintah Kanada telah disusupi oleh hacker asal Cina. Pemerintah Cina membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai “tuduhan yang tidak berdasar”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL