f-22 raptorBeijing, LiputanIslam.com — Cina telah menempatkan sistem puluru kendali darat ke udara di salah satu pulau yang diperebutkan di Laut Cina Selatan, tepat ketika Presiden Amerika Serikat Barrack Obama menyerukan “langkah-langkah nyata” untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu.

Fox News mengatakan gambar-gambar dari perusahaan sipil ImageSat International menunjukkan dua baterai dari delapan peluncur peluru kendali dan sebuah sistem radar tiba dalam sepekan terakhir di Pulau Woody yang menjadi bagian dari Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan.

Sebuah kapal perang AS bulan lalu berlayar dekat pulau lain di kepulauan yang diklaim Cina, Taiwan dan Vietnam itu untuk mengisyaratkan penegasan kebebasan berlayar di kawasan itu, namun hal itu tentu saja membuat berang Beijing.

Laporan penempatan peluru kendali itu muncul ketika Obama menutup KTT Asia Tenggara di California yang berlangsung dua hari yang menjadi tempat para pemimpin menyuarakan keprihatinan atas keberadaan militer Beijing di wilayah strategis dan kaya sumber daya itu.

“Kami membahas perlunya langkah-langkah nyata di Laut Cina Selatan untuk mengurangi ketegangan,” kata Obama, seperti dilansir Antara.

Dalam kesempata itu Obama juga menyerukan kepada Cina untuk “menghentikan reklamasi lebih lanjut, bangunan baru dan militerisasi di wilayah yang disengketakan.”

Unjuk kekuatan Cina di perairan itu luas diperbincangkan dalam KTT ASEAN-AS di Sunnylands, California, itu.

Dalam pernyataan bersama, Obama dan sepuluh pemimpin ASEAN menuntut “penyelesaian damai” terhadap banyaknya pengakuan kewilayahan yang bersaing atas pulau-pulau, atol dan terumbu karang di Laut Cina Selatan, demikian AFP.

    
Jet Tempur “Siluman” F-22 di Korea

Sementara itu kantor berita ANTARA juga melaporkan, empat pesawat tempur “siluman” F-22 milik AS terbang di wilayah udara Korea Selatan pada hari Rabu kemarin, memamerkan kekuatan kepada Korea Utara (Korut) yang baru-baru ini melakukan uji peluncuran roket.

Jet tempur AS yang mampu membawa hulu ledak nuklir tersebut terbang di wilayah udara Osan Air Base di dekat Ibu Kota Korea Selatan, Seoul, sekitar siang hari, kata media lokal.

Pesawat tempur siluman F-22, yang melakukan penerbangan dari satu pangkalan udara di Jepang, dikawal oleh empat pesawat tempur F-15K Korea Selatan dan empat jet tempur F-16 AS.

Dua di antara jet tempur itu dijadwalkan kembali ke pangkalan udara di Jepang, sedangkan sisanya dilaporkan dijadwalkan tetap berada di Osan Air Base untuk sementara, demikian laporan Xinhua.

Jet tempur F-22, yang memiliki kemampuan menghindari pendeteksian radar, mampu membawa bom dan rudal nuklir. Jarak operasinya mencapai 2.177 kilometer. Pesawat F-22 yang ditempatkan di pangkalan udara AS di Jepang dapat mencapai Semenanjung Korea dalam waktu sekitar dua menit.

Penerbangan jet F-22 tersebut dilakukan setelah Korut pada 7 Februari meluncurkan satu roket jarak jauh, yang dikatakan Pyongyan sebagai program antariksa yang berhasil, tapi dicela oleh Seoul dan Washington sebagai uji coba rudal ballistik yang dilarang. Pada 6 Januari, Korut melakukan uji nuklir keempat.

Empat hari setelah detonasi nuklir Korut pada Januari, militer AS mengirim pengebom B-52 jarak-jauh, yang mampu membawa bom nuklir, ke wilayah udara Korea Selatan dari pangkalan udara AS di Guam.

Pesawat pengebom B-52 dapat menyusup pada ketinggian 55.000 kaki, atau 16,8 kilometer, dengan membawa 35 bom konvensional dan 12 rudal jelajah. Pesawat itu dapat membawa rudal nuklir udara-ke-darat, dengan jarak jelajah 200 kilometer dan rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dengan jangkauan 2.500-3.000 kilometer.

Selain itu, Amerika Serikat belum lama ini mengirim kapal selam bertenaga nuklir ke Semenanjung Korea.

Kapal induk bertenaga nuklir milik AS, USS John C. Stennis, dilaporkan akan dikirim ke Korea Selatan selama pelatihan perang gabungan tahunan pada tahun ini antara Seoul dan Washington. Pelatihan itu direncanakan dimulai pada 7 Maret dan berlangsung sampai 30 April.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL