Mega-Project1Beijing, LiputanIslam.com — Pemerintah dan perbankan Cina akan membiayai proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan energi di Pakistan senilai 45,6 miliar selama 6 tahun.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters, Jumat (21/11), kerjasama tersebut ditandatangani dalam kunjungan PM Pakistan Nawaz Sharif ke Cina baru-baru ini, namun kala itu para pejabat hanya  memberikan informasi yang terbatas tentang kerjasama yang diberi nama “Cina-Pak Economic Corridor (CPEC)” itu.

Kerjasama itu terjadi pada saat Pakistan tengah berada dalam situasi sulit, ketika dukungan AS semakin kecil setelah berakhirnya keberadaan pasukan AS di Afghanistan tahun ini.

Pakistan dan Cina, keduanya negara nuklir di Asia, saling menganggap sebagai sekutu. Hubungan mereka dikukuhkan oleh adanya aliansi AS-India yang dianggap sebagai ancaman keduanya.

Dalam dokumen kerjasama yang dipublikasikan Reuters disebutkan bahwa Cina berjanji akan menginvestasikan $33,8 pada beberapa proyek energi dan $11,8 pada proyek-proyek infrastruktur.

Dalam kesepakatan itu juga disebutkan bahwa bank-bank Cina, termasuks Cina Development Bank, dan Industrial and Commercial Bank of Cina Ltd (ICBC), akan turut membiayai proyek-proyek itu.

“Pakistan tidak akan lagi menanggung hutang oleh adanya proyek-proyek ini,” kata Menteri Energi dan Perairan Pakistan Khawaja Asif.

Adapun perusahaan-perusahaan Cina yang terlibat dalam pembangunan proyek-proyek itu termasuk Three Gorges Corp yang telah membangun proyek pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia, serta Cina Power International Development Ltd.

Sharif telah menandatangani lebih dari 20 perjanjian kerjasama dalam kunjugannya ke Cina bulan ini. Salah satunya adalah proyek senilai $622 juta untuk membangun pelabuhan Gwadar yang strategis.

Pelabuhan itu dekat dengan Selat Hormuz, jalur transportasi utama tanker-tanker minyak dunia. Dengan itu dapat dibuka koridor energi dan perdagangan dari negara-negara Teluk melintasi Pakistan menuju ke wilayah barat Cina yang bisa digunakan oleh AL Cina.

Pakistan menganggap kunjungan Sharif ke Cina sebagai solusi strategis untuk mengatasi kekurangan energi yang telah mengakibatkan ekonominya tidak berkembang.

Pemadaman hingga 12 jam di beberapa wilayah di Pakistan telah memicu aksi-aksi kekeras dan kejahatan di negara yang memiliki tingkat kemiskinan dan pengangguran tinggi serta berbagai bentuk ketidakstabilan sosial-politik lainnya.

Dengan kerjasama itu diharapkan akan terjadi penambahan suplai energi hingga 16.000 megawatt, sekaligus mengurani secara signifikan defisit energi yang dialami Pakistan hingga ke angka 4.000 hingga 7.000 megawatt saja.

“Ini akan bisa memenuhi kebutuhan energi yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi,” kata menteri energi Pakistan.

Dalam bidang infrastruktur, proyek-proyek pembangunan jalan raya senilai $5,9 dan jalan kereta api senilai $3,7 juga akan dibangun. Sedang di bidang telekomunikasi, pembangunan kabel serat yang menghubungkan kedua negara juga akan dilakukan dengan biaya $44 juta.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL