pulau cinaBeijing, LiputanIslam.com — Cina berkeras untuk tetap membangun pangkalan udara di pulau sengketa di Laut Cina Selatan yang juga diklaim oleh beberapa negara ASEAN.

Seorang pejabat militer terkemuka Cina menyebut pembangunan di pulau sepanjang 3.000 meter itu sebagai “bisa dibenarkan”. Ini menanggapi kecaman AS atas pembangunan itu yang disertai bukti-bukti adanya pembangunan besar-besaran fasilitas militer di pulau karang Fiery Cross Reef di Kepulauan Spratly.

Cina mengklaim hampir seluruh pulau di Laut Cina Selatan sebagai wilayahnya, yang sebagian juga diklaim oleh Malaysia, Vietnam, Brunei, Taiwan dan Filipina. Namun pembangunan pangkalan militer di kawasan itu membuat marah AS dan sekutu-sekutunya di kawasan.

Meski demikian, Cina tidak pernah membangun pangkalan udara di pulau-pulau yang diklaimnya itu kecuali di pulau karang Fiery Cross Reef, sebagaimana negara-negara lainnya.

“AS jelas telah bersikap bias dengan tidak melihat bahwa Filipina, Malaysia, dan Vietnam telah membangun fasilitas-fasilitas militer,” kata Jendral Luo Yuan kepada media Cina Global Times sebagaimana dikutip Russia Today, Senin (24/11).

Meski Cina mengatakan bahwa pembangunan itu ditujukan untuk menunjang kehidupan para prajurit yang ditempatkan pulau tersebut, namun majalah militer Inggris IHS Jane’s Defence minggu lalu melaporkan bahwa Cina tengah membangun pelabuhan yang sanggup untuk dilabuhi oleh kapal tanker dan kapal-kapal perang.

“Kami mendesak Cina untuk menghentikan program reklamasi itu dan melakukan inisiatif diplomatik untuk mendorong semua pihak menahan diri dari tindakan-tindakan semacam ini,” kata jubir militer AS Letkol Jeffrey Pool kepada wartawan akhir pekan lalu.

Atas pernyataan ini, editorial media Cina Global Times mengingatkan AS bahwa AS tidak punya urusan di Laut Cina Selatan dan menyindir AS telah bertindak “egois”.

“Pembangunan yang dilakukan Cina di Yongshu Reef tidak akan terpengaruh oleh komentar AS,” tulis editorial Global Times.

Pembangunan pangkalan militer di Laut Cina Selatan akan memberikan keuntungan strategis yang sangat besar bagi Cina di hadapan AS dan sekutu-sekutunya di kawasan. Kecuali itu Kepulauan Spratley juga diperkirakan mengandung cadangan migas yang cukup besar.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL