cuaca cinaBeijing, LiputanIslam.com — Pemerintah Cina membuat aturan baru yang melarang siapapun menyebarkan pendapatnya tentang cuaca yang akan datang, atau ramalan cuaca. Media pemerintah menyebutkan langkah itu dimaksudkan untuk mencegah kepanikan publik dalam kondisi cuaca ekstrim.

Aturan yang mulai berlaku hari Jumat (1/5) itu akan menghukum individu atau organisasi yang menyebarkan ramalan cuaca sendiri dengan denda sebesar Rp 120 juta hingga hukuman penjara. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Jumat (1/5).

Peraturan baru ini menetapkan hanya ramalan cuaca pemerintah yang boleh dipublikasikan. Namun peraturan itu mendapatkan reaksi negatif sejumlah besar masyarakat, terutama di media sosial.

“Pemerintah tidak bisa memberikan ramalan cuaca yang akurat dan kini mereka bahkan melarang kita hanya untuk sekedar menebaknya,” kata seorang netizen kepada BBC.

“Bagaimana jika ibu Anda meminta Anda membawa payung karena mengira akan turun hujan. Apakah ia akan dihukum?” tulis netizen lainnya.

Media Cina menyebutkan adanya laporan ramalan cuaca palsu tentang kedatangan topan tahun ini mengakibatkan orang-orang membatalkan kepergiannya.

Seorang peramal cuaca amatir yang mengelola blog ramalan cuaca Chinese Fans of Meteorology dengan pengikut mencapai setengah juta orang, justru mengakui kebijakan pemerintah itu sebagai hal positif.

Menjelang pertemuan tingkat tinggi APEC tahun lalu Cina juga melarang aplikasi smartphone yang menyediakan informasi tingkat polusi yang disediakan oleh kedubes AS di Beijing.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL