Beijing, LiputanIslam.com—Pemerintah partai Komunis Cina baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menghapus aturan konstitusional yang membatasi  masa jabatan presiden yang hanya dua periode lima tahun.

Hal ini membuat presiden Cina terkini, Xi Jinping, dapat mempertahankan kekuasaannya tanpa batasan setelah periode keduanya habis pada tahun 2023.

Langkah penghapusan batasan masa jabatan presiden ini menciptakan banyak kecaman warga Cina kepada Presiden Xi lewat media sosial. Akibatnya, pemerintah Cina pun memberlakukan sensor keras atas sejumlah kata dan sebutan di media sosial ditujukan untuk menjelek-jelekkan sang presiden.

Menurut dua website pengawasan sensor, China Digital Times dan Free Weibo, pemerintah melakukan penyensoran terhadap kalimat seperti “penguasa tidak kompeten” dan “Saya melawan,” dan juga kata seperti “memalukan,” “tidak setuju” dan “penguasa”.

Sebagai tambahan, ada sejumlah sebutan unik yang dilarang, yaitu judul buku-buku klasik George Orwell, 1984 dan Animal Farm; sampai Winnie the Pooh, sebuah karakter kartun yang sering dipakai untuk menghina Presiden Xi.

Para ahli menilai, peningkatan tindak sensor ini dikarenakan pemerintah Cina terkejut atas kritik yang disampaikan pengguna internet Cina.

“[Tindak sensor] mengindikasikan bahwa Xi mungkin telah salah memperkirakan bagaimana hal ini diterima oleh masyarakat luas,” kata Charlie Smith, pendiri GreatFire.org.

Smith memperkirakan represi online  ini mungkin akan terus meningkat— termasuk dengan melarang internet di Cina sama sekali— jika para netizen tidak berhenti mengutarakan kecaman dan hinaan kepada sang presiden. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*