Chinese one yuan coins and 100 yuan banknotes are seen in this picture illustration taken in BeijingBeijing, LiputanIslam.com — Bank sentral Cina hari Selasa (11/8) memangkas bunga acuan harian sebesar 1,9 persen, menjadi devaluasi terbesar sejak tahun 1994. Bank sentral menyebut langkah itu ditujukan untuk mendorong ekspor yang mengalami kemerosotan beberapa waktu terakhir.

Pengumuman tersebut memicu penurunan nilai tukar mata uang yuan terhadap dollar hingga 1,9 persen dibandingkan nilai tukar sehari sebelumnya. Demikian laporan Russia Today, Selasa petang.

Pada akhir pekan lalu pemerintah Cina mengumumkan terjadinya kemerosotan ekspor pada bulan Juli sebesar 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan melemahnya yuan diharapkan terjadi peningkatan penerimaan ekspor.

Russia Today (RT) menyebut langkah ‘berani’ ini mengindikasikan Beijing tengah berusaha serius untuk menyesuikan diri dengan pasar uang yang lebih bebas.

Becky Liu, analis keuangan senior dari Standard Chartered Hongkong mengatakan langkah itu ‘lebih besar dan lebih berani’ dari perkiraan.

“Ini adalah langkah yang besar dan lebih berani daripada yang kami perkirakan,” katanya kepada Bloomberg News.

RT menyebut langkah itu bisa menghambat upaya Cina untuk menjadikan yuan sebagai mata uang internasional, namun di sisi lain mendorong Cina lebih terbuka dengan pasar internasional.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL