obligasi asBeijing, LiputanIslam.com — Cina mengurangi jumlah obligasi AS yang dimilikinya dalam 5 bulan terakhir secara berturut-turut. Demikian BBC News melaporkan, mengutip keterangan Departemen Keuangan AS, Rabu (18/3).

Cina, pemegang obligasi AS terbesar telah mengurangi kepemilikan surat piutang itu senilai $5,2 miliar hanya dalam 2 bulan, yaitu Desember 2014 dan Januari 2015. Namun demikian Cina masih memiliki obligasi AS senilai $1,240 triliun atau sekitar Rp 16.000 triliun, atau sekitar 8 x APBN Indonesia.

Tempat kedua pemilik surat piutang AS adalah Jepang, dengan nilai $1,238 trillion.

Turunnya kepemilikan surat obligasi AS tersebut terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat, dimana parlemen Cina baru-baru ini setuju dengan penurunan target pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 7,5% menjadi 7%, atau terendah dalam 25 tahun terakhir.

Secara keseluruhan, bank-bank sentral di seluruh dunia telah menjual $12,3 miliar obligasi AS pada bulan Januari lalu. Dan meski Cina mengurangi obligasinya, kepemilikan obligasi AS di seluruh dunia terus meningkat, yaitu sebanyak 1 persen menjadi $6,22 triliun, atau sekitar 34% dari seluruh hutang luar negeri AS.

Para pengamat keuangan internasional memperkirakan Jepang akan segera menyalip Cina sebagai pemilik obligasi AS. HSBC Holdings memperkirkan para investor Jepang akan membeli $300 miliar obligasi AS dalam 2 hingga 3 tahun mendatang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*