hypersonic-glide-vehicle-2.siCina akhirnya membenarkan adanya program pembuatan roket hipersonik, namun membantah jika program tersebut ditujukan untuk kepentingan militer.

Hal tersebut disampaikan oleh menhan Cina, menanggapi berbagai laporan yang menyebutkan bahwa Cina baru saja melakukan ujicoba roket pembawa nuklir yang mampu terbang dengan kecepatan hipersonik (di atas 5 kali kecepatan suara).

“Berbagai ujicoba penelitian yang telah direncanakan dilakukan di wilayah kami dan itu adalah wajar. Ujicoba ini tidak ditujukan kepada negara manapun sasaran tertentu,” kata Menhan Cina sebagaimana dikutip oleh kantor berita Inggris Reuters hari Rabu (15/1).

Pernyataan tersebut sekaligus mengkonfirmasi laporan media Amereika Washington Free Beacon dua hari sebelumnya (13/1) yang menyebutkan keterangan pejabat-pejabat Dephan Amerika yang mengungkapkan bahwa Amerika telah mendeteksi sebuah obyek berkecepatan hipersonik yang melintasi wilayah Cina pada tgl 9 Januari lalu. Pejabat-pejabat tersebut menyebutkan bahwa roket berkecepatan sangat tinggi itu ditujukan untuk menembakkan senjata nuklir ke wilayah Amerika dengan menembus sistem pertahanannya.

Modul roket yang diberi kode WU-14 tersebut dilaporkan didisain sebagai roket peluncur terakhir dari beberapa tingkat rudal balistik jarak jauh Cina, yang bertugas membawa kepala nuklir menembus sistem pertahanan udara Amerika dengan kecepatan antara 5 sampai 10 kali kecepatan suara.

Atas perkembangan baru tersebut para legislator Amerika pun menyatakan keprihatinnya bahwa Amerika telah tertinggal dalam perlombaan teknologi senjata dari saingan-saingannya.

“Sementara sedikit demi sedikit anggaran Amerika berkurang, Cina dan negara-negara saingan lainnya berusaha meningkatkan kemampuan militernya mengimbangi Amerika. Dalam beberapa hal, sebagaimana dalam hal ini, mereka tampak telah meninggalkan kita,” kata lagislator Howard P. “Buck“ McKeon dan Randy Forbes dalam pernyataan bersamanya sebagaimana dikutip Washington Free Beacon.

Menurut media tersebut, Cina adalah negara kedua setelah Amerika yang berhasil melakukan ujicoba peluncuran roket pembawa nuklir yang meluncur dengan kecepatan hipersonik. Sistem senjata ini juga telah dirancang oleh Rusia dan India, ditujukan untuk menembus sistem pertahanan lawan secara cepat dan akurat.

Sementara itu lembaga kajian Amerika, Air Force National Air and Space Intelligence Center, telah melaporkan bahwa Rusia telah berhasil mengembangkan “kelas baru kendaraaan hipersonik” yang memungkinkan rudal-rudal strategis Rusia menembus sistem pertahanan udara lawan.(AC/Russia Today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL