pulau cinaBeijing, LiputanIslam.com — Cina menyatakan penempatan sistem peluru kendali permukaan ke udara di Pulau Xisha di sekitar Laut Cina Selatan adalah sah, sebagai bagian dari peningkatan sistem pertahanan negara untuk menjaga kedaulatan negara.

Kementerian Pertahanan Cina dalam pernyataan resmi yang dilansir Antara, Kamis (18/2), menyatakan penempatan sistem rudal permukaan ke udara di Pulau Xisha, berada di wilayah kedaulatan Cina.

Pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Cina juga menyebutkan bahwa penempatan sistem pertahanan udara dan sistem pertahanan maritim di sejumlah pulau milik Cina di sekitar Laut Cina Selatan, telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

“Langkah itu sah secara hukum, dalam rangka membangun sistem pertahanan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara,” kata pernyataan tersebut lebih lanjut.

Cina telah menempatkan suatu sistem puluru kendali permukaan ke udara di salah satu pulau yang diperebutkan di Laut Cina Selatan, menurut sebuah laporan pada hari Selasa, setelah Presiden AS Barrack Obama menyerukan “langkah-langkah nyata” untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu.

Fox News mengatakan gambar-gambar dari perusahaan sipil ImageSat International menunjukkan dua baterai dari delapan peluncur peluru kendali dan sebuah sistem radar tiba dalam sepekan terakhir di Pulau Woody, bagian dari Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan.

Sebuah kapal perang AS bulan lalu berlayar dekat pulau lain di kepulauan yang diklaim oleh Cina, Taiwan dan Vietnam, mengisyaratkan penegasan kebebasan berlayar di kawasan itu yang menimbulkan kecaman dari Beijing.

Laporan terkait baterai peluru kendali muncul ketika Obama menutup Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Tenggara di California yang berlangsung dua hari, tempat para pemimpin menyuarakan keprihatinan atas keberadaan militer Beijing di wilayah strategis dan kaya sumber daya itu.

“Kami membahas perlunya langkah-langkah nyata di Laut Cina Selatan untuk mengurangi ketegangan,” kata Obama, menyerukan “penghentian reklamasi lebih lanjut, bangunan baru dan militerisasi di wilayah yang disengketakan.”

Sementara Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Australia Julie Bisop, di Beijing, Rabu (17/2) mengatakan, “pemberitaan mengenai penempatan sistem rudal tersebut, sebagai langkah menaikkan rating”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL