rudal balistik cinaBeijing, LiputanIslam.com — Cina kembali menguji coba kendaraan pengangkut rudal kecepatan tinggi (Hypersonic Strike Vehicle/HGV), yang mampu terbang dengan kecepatan hingga 10 kali kecepatan suara (12.000 km per-jam). Dengan kecepatan setinggi itu diharapkan tidak ada sistem pertahanan udara lawan yang sanggup menghadangnya. Inteligen dan militer AS memonitor dengan ketat uji coba tersebut.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia RIA Novosti, Jumat (5/12), ini adalah ujicoba ke-3 pesawat yang oleh AS diberi kode WU-14. Ujicoba sebelumnya dilakukan pada tanggal 9 Januari dan 7 Agustus lalu. Pada ujicoba kedua terjadi kegagalan karena masalah teknis.

“Kami khawatir dengan adanya sejumlah laporan tentang ujicoba ini dan kami memonitor terus-menerus aktifitas persenjataan negara-negara asing,” tulis Washington Free Beacon mengutip keterangan Kolonel Jeff Pool dari marinir AS.

Jeff Pool menambahkan bahwa Dephan AS (Pentagon) telah mendesak pemerintah Cina untuk lebih terbuka tentang program-program pengembangan senjatanya untuk “menghindari kesalah-fahaman”.

Dari ujicoba-ujicoba yang telah dilakukan itu membuktikan bahwa WU-14 bisa membawa hululedak nuklir pada kecepatan hingga lebih dari 12.359 kilometer per-jam.

Hypersonic Strike Vehicle/HGV adalah moda pengangkut hululedak nuklir yang diluncurkan dengan roket balistik (benda yang meluncur oleh gaya gravitasi). HGV dirancang untuk dapat menembus sistem pertahanan udara lawan dengan mengandalkan kecepatan tinggi.

Hululedak nuklir balistik yang jatuh dari ketinggian ratusan kilometer memiliki kecepatan yang sangat tinggi hingga beberapa kali kecepatan suara. Namun hululedak konvensional jatuh dengan pola yang bisa ditebak, sementara sistem pertahanan udara semakin canggih dari waktu ke-waktu.

Untuk mengatasi kendala ini, hulu ledak nuklir harus bisa jatuh dengan kecepatan setinggi mungkin agar sistem pertahanan musuh mengalami kesulitan untuk mencegatnya. Untuk itulah HGV dibuat.

Diduga Cina telah merancang sistem persenjataan ini sejak awal milenium lalu. Saat itu AS kecolongan data inteligen tentang material anti-panas yang digunakan oleh roket-roketnya yang dicurigai telah dicuri oleh intel-intel Cina.

Pada kecepatan tinggi saat menembus atmosfir, ujung badan hulu ledak akan terbakar hingga suhu mencapai 2.000 derajat celcius atau jauh lebih panas dari titik lebur besi baja. Untuk itu diperlukan teknologi tinggi untuk membuat material anti-panas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL