us_davis_police_lt_johnBeijing, LiputanIslam.com — China merilis laporan tentang penerapan hak asasi manusia (HAM) di Amerika Serikat, mengejek negara itu atas serangan pesawat tak berawak di luar negeri, praktik mata-mata yang dilakukan negara serta kejahatan bersenjata.

Laporan yang diterbitkan oleh Dewan Negara China, hari Jumat (28/2) itu menyebutkan bahwa Amerika “menyembunyikan dan menghindarkan diri menyebutkan masalah HAM di negaranya sendiri,” seperti program intelijen yang dilakukan pemerintah yang dikenal sebagai PRISM yang disebutkan dalam laporan tersebut sebagai “pelanggaran serius hak asasi manusia.”

Laporan ini juga mengecam serangan pesawat tak berawak mematikan yang dilakukan Amerika di negara-negara seperti Pakistan dan menambahkan bahwa hal itu telah menyebabkan “korban sipil yang berat.”

AS juga dianggap menderita oleh “merajalelanya kekerasan senjata”, sementara sektor pertaniannya juga telah mempekerjakan “sejumlah besar pekerja anak,” sebut Cina dalam laporan itu.

Tahun lalu mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) Edward Snowden membocor dua program rahasia mata-mata pemerintah AS yang dilakukan NSA dan Biro Investigasi Federal (FBI) yang telah menguping jutaan catatan telepon di Amerika dan Eropa dan data Internet dari perusahaan-perusahaan internet besar seperti Facebook, Yahoo, Google, Apple dan Microsoft.

Selama beberapa tahun terakhir, Washington juga telah meluncurkan serangan pesawat tak berawak di Afghanistan, Pakistan, Somalia, dan Yaman, dengan klaim serangan itu menargetkan Taliban dan gerilyawan Al Qaeda. Namun angka resmi menunjukkan bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil.

Kekerasan senjata di negara itu juga telah menjadi sorotan, terutama setelah penembak menewaskan 20 anak-anak sekolah dan enam anggota staf pengajar menggunakan senapan serbu yang dijual di Newtown, Connecticut, tanggal 14 Desember  2012.

Sejak penembakan mematikan di Newtown media AS telah melaporkan lebih dari 10.000 kematian senjata di negara itu, demikian menurut sebuah proyek interaktif antara slate.com dan pencipta anonim Twitter pakan @ GunDeaths.

Laporan Beijing datang sehari setelah Washington mengeluarkan laporan serupa mengkritik catatan hak asasi China.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL