Hong Kong protestBeijing, LiputanIslam.com — Cina mengecam sikap badan legislatif AS, Congress, atas dukungannya kepada aksi-aksi demonstrasi di Hongkong yang oleh Cina dicap sebagai tindakan ilegal.

Komisi Eksekutif-Congress urusan Cina, hari Kamis (9/10), mengeluarkan laporan tahunan dengan menyebutkan bahwa AS harus mengikuti perkembangan demokrasi di Hongkong dengan meningkatkan kerjasama dengan wilayah tersebut dan mengirimkan pejabat-pejabat seniornya ke Hongkong.

Sebagaimana dilaporkan media Cina berbahasa Inggris People’s Daily, Sabtu (11/10) jubir Kemenlu Cina Hong Lei mengkritik laporan itu dengan menyebutnya sebagai telah menyerang catatab HAM dan hukum Cina, mengabaikan fakta-fakta dan mencampuri urusan internal Cina.

“Kami dengan tegas menentangnya. Kami menuntut agar komisi tersebut berhenti merusak hubungan kedua negara,” kata Lei dalam konperensi pers.

Hong Lei menegaskan bahwa tidak ada negara asing, organisasi dan individual yang berhak cempur tangan dalam urusan Hongkong yang sepenuhnya adalah urusan internal Cina. Pemerintah negara-negara asing, organisasi dan individu harus bertindak hati-hati dan tidak mendukung tindakan ilegal para demonstran.

Sementara itu Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan bahwa pihaknya optimis bahwa stabilitas dan keamanan Hongkong bisa dijaga, meski aksi demonstrasi yang telah memasuki minggu ketiga, masih tetap berlangsung.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Sabtu (11/10), pernyataan Li itu disampaikan dalam kunjungannya di Jerman dimana ia dan Kanselir Angela Merkel menangadatangani perjanjian dagang, Jumat (10/10) petang.

Berbicara dalam konperensi pers bersama Merkel, Li tidak menyinggung aksi-aksi demonstrasi di Hongkong secara langsung. Namun ia menegaskan bahwa “menjaga kesejahtaraan dan stabilitas jangka panjang Hongkong tidak hanya menjadi kepentingan pemerintah Cina, namun juga kepentingan rakyat HOngkong sendiri.

Ia menyebutkan tidak ada perubahan dengan status otonomi khusus yang dinikmati oleh warga Hongkong, seraya menambahkan bahwa HOngkong adalah urusan internal Cina.

Di sisi lain Merkel menyebutkan aksi-aksi demonstrasi di Hongkong telah berjalan dengan damai, dan ia berharap situasinya tidak berubah.

Sementara itu pada hari Jumat (10/10) malam, ribuan demonstran kembali berkumpul di depan Komplek Admiralty yang menjadi kantor pemerintahan Hongkong.  Ini merupakan respon atas seruan para pemimpin gerakan demonstrasi setelah jumlah demonstran menyusun dratis.

Namun meski ribuan demonstran kembali berkumpul, jumlahnya masih kalah jauh dibandingkan aksi-aksi demonstrasi seminggu yang lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL